SILAKAN BLOK/SOROT KALIMAT ARAB ATAU LATIN DI HALAMAN INI UNTUK MENDENGARKAN SUARA (FITUR KHUSUS PC/LAPTOP)
Pengarang kitab ini, Syaikh Umar bin Achmad Baradja beliau dilahirkan di kampung Ampel Maghfur, tepatnya pada 10 Jumadil Akhir 1331 Hijriyah yang bersamaan dengan tanggal 17 Mei 1913 Masehi.
Sedari kecil, diasuh dan dididik kakeknya dari pihak ibu, Syaikh Hasan bin Muhammad Baradja, yaitu seorang ulama ahli nahwu dan fiqih.
Secara Nasab Baradja berasal dari (dan berpusat di) Seiwun, Hadramaut, Yaman. Sebagai nama nenek moyangnya yang ke-18, Syaikh Sa’ad, julukannya adalah Abi Raja’, artinya yang selalu berharap. Alur nasab tersebut bertemu pada kakek Nabi Muhammad Sollallohu alaihi wa sallam yang kelima, bernama Kilab bin Murroh.
Syaikh Umar bin Achmad Baradja memanfaatkan baik ilmu, serta waktu, dan umur, termasuk penggunaan harta benda kekayaannya di jalan Alloh sampai akhir hayatnya. Pengarang kitab ini meninggal pada hari Sabtu malam Ahad tanggal 16 Robiuts Tsani 1411 Hijriyah yang bersamaan dengan tanggal masehi tepatnya 3 November 1990.
Kitab karya Syeh Umar bin Baraja ini merupakan panduan pendidikan akhlaq atau pendidikan karakter untuk anak-anak. Kitab ini sangat penting dan cocok disampaikan kepada para santri sehingga dalam kurikulum FKDT Kabupaten Tegal dipelajari di MDTA Kelas 3 dan 4.
Materi yang dicari tidak ditemukan.
1. Dengan Apa Seorang Anak Beradab? (بِمَاذَا يَتَخَلَّقُ الْوَلَدُ؟)
يَجِبُ عَلَى الْوَلَدِ أَنْ يَتَخَلَّقَ بِالْأَخْلَاقِ الْحَسَنَةِ مِنْ صِغَرِهِ، لِيَعِيشَ مَحْبُوبًا فِي كِبَرِهِ: يَرْضَى عَلَيْهِ رَبُّهُ، وَيُحِبُّهُ أَهْلُهُ، وَجَمِيعُ النَّاسِ. وَيَجِبُ عَلَيْهِ أَيْضًا، أَنْ يَبْتَعِدَ عَنِ الْأَخْلَاقِ الْقَبِيحَةِ، لِكَيْلَا يَكُونَ مَكْرُوهًا: لَا يَرْضَى عَنْهُ رَبُّهُ، وَلَا يُحِبُّهُ أَهْلُهُ، وَلَا أَحَدٌ مِنَ النَّاسِ.
Wajib atas seorang anak berakhlak dengan akhlak yang baik dari kecilnya, agar kehidupannya dicintai ketika dewasa: Tuhannya akan ridho padanya, dan keluarganya akan senantiasa mencintainya, dan seluruh manusia. Wajib juga atas seorang anak yang beradab, menjauhi dari akhlak yang tercela, agar tidak menjadi orang yang dibenci: Tuhannya tidak ridho padanya, dan keluarganya tidak mencintainya dan juga seluruh manusia.
⬆ Kembali ke Pencarian
2. Anak Yang Santun dan Beradab (الْوَلَدُ الْأَدِيْبُ)
الْوَلَدُ الْأَدِيبُ يَحْتَرِمُ وَالِدَيْهِ وَمُعَلِّمِيهِ، وَإِخْوَانَهُ الْكِبَارَ، وَكُلَّ مَنْ هُوَ أَكْبَرُ مِنْهُ، وَيَرْحَمُ إِخْوَانَهُ الصِّغَارَ، وَكُلَّ مَنْ هُوَ أَصْغَرُ مِنْهُ. وَيَصْدُقُ فِي كَلَامِهِ، وَيَتَوَاضَعُ مَعَ النَّاسِ، وَيَصْبِرُ عَلَى الْأَذَى، وَلَا يُقَاطِعُ الْأَوْلَادَ، وَلَا يَتَخَاصَمُ مَعَهُمْ، وَلَا يَرْفَعُ صَوْتَهُ إِذَا تَكَلَّمَ أَوْ ضَحِكَ.
Seorang anak yang beradab ia memuliakan kedua orang tuanya dan para pengajarnya, dan para saudaranya yang lebih besar, dan semua orang yang lebih besar darinya, dan menyayangi saudaranya yang lebih kecil, dan semua orang yang lebih kecil darinya. Dan seorang anak yang beradab selalu jujur dalam setiap perkataannya, dan bertawadhu' (rendah hati) sesama manusia, dan bersabar atas gangguan dan tidak memutuskan hubungan dengan anak-anak tetangga, tidak pula berkelahi bersama mereka, dan tidak meninggikan suara apabila sedang berbicara atau tertawa.
⬆ Kembali ke Pencarian
3. Anak Yang Buruk Akhlak (الْوَلَدُ الْوَقِحُ)
الْوَلَدُ الْوَقِحُ: لَا يَتَأَدَّبُ مَعَ وَالِدَيْهِ وَأَسَاتِذَتِهِ، وَلَا يَحْتَرِمُ مَنْ هُوَ أَكْبَرُ مِنْهُ، وَلَا يَرْحَمُ مَنْ هُوَ أَصْغَرُ مِنْهُ، وَيَكْذِبُ إِذَا تَكَلَّمَ، وَيَرْفَعُ صَوْتَهُ إِذَا ضَحِكَ، وَيُحِبُّ الشَّتْمَ، وَالْكَلَامَ الْقَبِيحَ، وَالْمُخَاصَمَةَ، وَيَسْتَهْزِئُ بِغَيْرِهِ، وَيَتَكَبَّرُ عَلَيْهِ، وَلَا يَسْتَحِي أَنْ يَعْمَلَ قَبِيحًا، وَلَا يَسْمَعُ النَّصِيحَةَ.
Seorang anak yang buruk perangainya: ia tidak beradab kepada kedua orang tuanya dan para ustadznya, ia tidak menghormati orang yang lebih tua darinya, ia tidak menyayangi orang yang lebih muda darinya, ia selalu berbohong apabila berkata-kata, dan mengangkat suaranya apabila tertawa, dan ia suka memaki, dan berkata yang tercela, dan bertengkar serta memperolok-olok orang lain, dan ia menyombongkan diri, dan ia tidak malu kalau berbuat yang tercela, dan ia tidak suka mendengar nasihat.
⬆ Kembali ke Pencarian
4. Seorang Anak Wajib Beradab Sejak Kecil (يَجِبُ أَنْ يَتَأَدَّبَ الْوَلَدُ مِنْ صِغَرِهِ)
أَحْمَدُ وَلَدٌ صَغِيرٌ، لَكِنَّهُ أَدِيبٌ، وَلِهَذَا يُحِبُّهُ أَبُوهُ، وَهُوَ أَيْضًا يُحِبُّ السُّؤَالَ عَنْ كُلِّ شَيْءٍ لَا يَفْهَمُهُ. وَذَاتَ يَوْمٍ تَنَزَّهَ مَعَ أَبِيهِ فِي بُسْتَانٍ فَرَأَى شَجَرَةَ وَرْدٍ جَمِيلَةً، وَلَكِنَّهَا مُعْوَجَّةٌ، فَقَالَ أَحْمَدُ "مَا أَجْمَلَ هَذِهِ الشَّجَرَةَ! وَلَكِنْ لِمَاذَا يَا أَبِي هِيَ مُعْوَجَّةٌ؟" فَقَالَ الْأَبُ: "لِأَنَّ الْبُسْتَانِيَّ لَمْ يَعْتَنِ بِتَقْوِيْمِهَا مِنْ صِغَرِهَا، فَصَارَتْ مُعْوَجَّةً". فَقَالَ أَحْمَدُ: "الْأَحْسَنُ أَنْ نُقَوِّمَهَا الْآنَ". فَضَحِكَ أَبُوهُ وَقَالَ لَهُ: "لَا يَتَأَتَّى ذَلِكَ يَا وَلَدِي، لِأَنَّهَا قَدْ كَبِرَتْ، وَغَلُظَتْ سَاقُهَا". فَكَذَلِكَ الْوَلَدُ، الَّذِي لَمْ يَتَأَدَّبْ مِنْ صِغَرِهِ، لَا يُمْكِنُ تَأْدِيبُهُ فِي كِبَرِهِ.
Ahmad seorang anak kecil, akan tetapi ia beradab, oleh karna itu ayahnya mencintainya. Pada suatu hari ia berjalan-jalan bersama ayahnya ke kebun, maka ia melihat pohon bunga yang indah, akan tetapi pohon itu bengkok. Maka Ahmad bertanya: "Betapa indahnya pohon ini! Akan tetapi mengapa ia bengkok wahai ayah?" Sang Ayah menjawab: "Karena Tukang Kebun tidak memperhatikan serta tidak meluruskannya semenjak dari kecilnya." Ahmad berkata: "Lebih baik kita meluruskannya sekarang." Ayahnya tertawa dan berkata: "Tidak mungkin wahai Anakku, karena ia sudah tumbuh besar dan batangnya sudah keras." Begitulah seorang anak yang tidak beradab dari kecilnya, tidak mungkin ia beradab pada waktu ia telah besar.
⬆ Kembali ke Pencarian
5. Alloh Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi (اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى)
أَيُّهَا الْوَلَدُ الْعَزِيزُ؛ اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى هُوَ الَّذِي خَلَقَكَ، وَحَسَّنَ صُورَتَكَ؛ بِأَنْ أَعْطَاكَ عَيْنَيْنِ، تَنْظُرُ بِهِمَا الْأَشْيَاءَ، وَأُذُنَيْنِ تَسْمَعُ بِهِمَا الْأَصْوَاتَ، وَلِسَانًا تَتَكَلَّمُ بِهِ، وَيَدَيْنِ تَسْتَعْمِلُهُمَا فِي أَشْغَالِكَ، وَرِجْلَيْنِ تَمْشِي عَلَيْهِمَا، وَعَقْلًا تَعْرِفُ بِهِ الْخَيْرَ مِنَ الشَّرِّ، وَأَنْعَمَ عَلَيْكَ بِالصِّحَّةِ وَالْعَافِيَةِ، وَوَضَعَ الرَّحْمَةَ فِي قُلُوبِ وَالِدَيْكَ حَتَّى رَبَّيَاكَ تَرْبِيَةً حَسَنَةً. فَيَجِبُ عَلَيْكَ أَنْ تُعَظِّمَ رَبَّكَ وَتُحِبَّهُ، وَتَشْكُرَهُ عَلَى جَمِيعِ نِعَمِهِ: بِأَنْ تَمْتَثِلَ أَوَامِرَهُ، وَتَجْتَنِبَ نَوَاهِيَهُ، وَأَنْ تُعَظِّمَ أَيْضًا جَمِيعَ مَلَائِكَتِهِ، وَرُسُلِهِ، وَأَنْبِيَائِهِ، وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِهِ، وَتُحِبَّهُمْ لِأَنَّهُ تَعَالَى يُحِبُّهُمْ. إِذَا أَحْبَبْتَ رَبَّكَ: وَامْتَثَلْتَ أَوَامِرَهُ، وَاجْتَنَبْتَ نَوَاهِيَهُ، زَادَكَ مِنْ نِعَمِهِ، وَجَعَلَكَ مَحْبُوبًا بَيْنَ النَّاسِ، وَحَفِظَكَ مِنْ كُلِّ أَذًى، وَأَعْطَاكَ كُلَّ مَا تُرِيدُ؛ مِنَ الرِّزْقِ وَغَيْرِهِ.
Wahai anak yang mulia: Alloh yang Maha Suci lagi Maha Tinggi Dialah yang menciptakanmu, dan membaguskan rupamu; dengan memberimu dua mata untuk melihat segala sesuatu, dua telinga untuk mendengar suara, lisan untuk berbicara, dua tangan untuk engkau gunakan dalam pekerjaanmu, dua kaki untuk berjalan, dan akal untuk membedakan yang baik dan yang buruk. Dia memberimu nikmat kesehatan dan keselamatan, serta menanamkan kasih sayang di hati kedua orang tuamu sehingga mereka mendidikmu dengan baik.
Maka wajib atasmu untuk mengagungkan Tuhanmu dan mencintai-Nya, serta mensyukuri segala nikmat-Nya: dengan cara mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Wajib juga bagimu mengagungkan malaikat-Nya, rasul-Nya, nabi-nabi-Nya, dan hamba-hamba-Nya yang sholeh, serta mencintai mereka karena Allah mencintai mereka.
Jika engkau mencintai Tuhanmu: mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, Dia akan menambah nikmat-Nya padamu, menjadikanmu dicintai oleh manusia, menjagamu dari segala gangguan, dan memberimu segala yang kau inginkan berupa rezeki dan lainnya.
⬆ Kembali ke Pencarian
6. Anak Yang Jujur (الْوَلَدُ الْأَمِيْنُ)
مُحَمَّدٌ وَلَدٌ أَمِينٌ، يَخَافُ اللهَ، وَيَمْتَثِلُ أَمْرَهُ، وَذَاتَ يَوْمٍ قَالَتْ أُخْتُهُ سُعَادُ: "يَا أَخِي، إِنَّ أَبَانَا قَدْ خَرَجَ مِنَ الْبَيْتِ، فَهَلُمَّ بِنَا نَفْتَحُ خِزَانَةَ الطَّعَامِ لِنَأْكُلَ مَا فِيهَا مِنَ الْمَأْكُولَاتِ اللَّذِيذَةِ فَأَبُونَا لَا يَنْظُرُ إِلَيْنَا". فَأَجَابَهَا مُحَمَّدٌ: "حَقِيقَةً يَا أُخْتِي، إِنَّ أَبَانَا لَا يَنْظُرُ إِلَيْنَا، وَلَكِنْ أَمَا تَعْلَمِينَ: أَنَّ اللهَ هُوَ الَّذِي يَنْظُرُ إِلَيْنَا". فَاحْذَرِي مِثْلَ هَذَا الْعَمَلِ الْقَبِيحِ، لِأَنَّكِ لَوْ أَخَذْتِ شَيْئًا بِغَيْرِ رِضَا أَبِيكِ، فَإِنَّ اللهَ يَغْضَبُ عَلَيْكِ، وَسَوْفَ يُعَاقِبُكِ. فَخَافَتْ سُعَادُ، وَاسْتَحَتْ مِنْ سُوءِ نِيَّتِهَا، وَقَالَتْ: "صَحِيحٌ كَلَامُكَ يَا أَخِي وَأَشْكُرُكَ كَثِيرًا، عَلَى هَذِهِ النَّصِيحَةِ الطَّيِّبَةِ".
Muhammad seorang anak yang jujur, ia takut kepada Alloh dan mematuhi perintah-Nya. Suatu hari kakaknya Su'adah berkata: "Wahai saudaraku, Ayah kita sudah keluar rumah, ayo kita buka lemari makanan untuk makan makanan lezat di dalamnya, karena Ayah tidak melihat kita."
Maka Muhammad menjawab: "Benar wahai saudariku, Ayah memang tidak melihat kita, tapi tidakkah engkau tahu bahwa Alloh melihat kita? Hati-hatilah dengan perbuatan buruk ini, karena jika engkau mengambil sesuatu tanpa ridho Ayah, Alloh akan murka dan menghukummu."
Maka takutlah Su'adah dan malu atas niat buruknya, lalu berkata: "Benar ucapanmu wahai saudaraku, terima kasih banyak atas nasihat yang baik ini."
⬆ Kembali ke Pencarian
7. Anak Yang Ta'at (الْوَلَدُ الْمُطِيْعُ)
حَسَنٌ وَلَدٌ مُطِيعٌ: يُصَلِّي كُلَّ يَوْمٍ، الصَّلَوَاتِ الْخَمْسَ فِي أَوْقَاتِهَا، وَيُوَاظِبُ عَلَى الْحُضُورِ فِي الْمَدْرَسَةِ وَعَلَى قِرَاءَةِ الْقُرْآنِ، وَمُطَالَعَةِ الدُّرُوسِ فِي الْبَيْتِ، وَلِذَلِكَ يُحِبُّهُ أَبُوهُ وَأُمُّهُ وَأَسَاتِذَتُهُ وَجَمِيعُ النَّاسِ. وَمِنْ عَادَتِهِ إِذَا أَرَادَ النَّوْمَ: أَنْ يَذْكُرَ اللهَ، وَيَشْكُرَهُ عَلَى أَنْ حَفِظَهُ طُولَ يَوْمِهِ، وَيَقْرَأَ الفَاتِحَةَ وَآيَةَ الْكُرْسِيِّ، ثُمَّ يَقُولُ: "بِاسْمِكَ اللّٰهُمَّ أَحْيَا وَأَمُوتُ". وَإِذَا قَامَ مِنْ نَوْمِهِ، يَشْكُرُ اللهَ عَلَى نِعْمَةِ النَّوْمِ، وَيَقُولُ: "الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ".
Hasan adalah seorang anak yang taat: ia sholat lima waktu tepat pada waktunya, rajin hadir di sekolah, membaca Al-Qur'an, dan mengulang pelajaran di rumah. Oleh karena itu Ayah, Ibu, Guru, dan semua orang menyukainya.
Kebiasaannya jika hendak tidur: ia mengingat Alloh dan bersyukur karena telah menjaganya sepanjang hari, (membaca Al-Fatihah dan Ayat Kursi) lalu berdoa: "Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan aku mati."
Jika bangun tidur, ia bersyukur atas nikmat tidur dan berdoa: "Segala puji bagi Alloh yang menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah kami kembali." Begitu pula saat makan ia membaca Bismillah dan bersyukur setelahnya. Betapa bahagianya anak yang taat ini, Tuhannya ridho padanya dan akan memasukkannya ke surga.
⬆ Kembali ke Pencarian
8. Nabimu Muhammad SAW (نَبِيُّكَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ)
أَيُّهَا الْوَلَدُ الْأَدِيبُ، كَمَا يَجِبُ عَلَيْكَ أَنْ تُعَظِّمَ رَبَّكَ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَجِبُ عَلَيْكَ أَيْضًا، أَنْ تُعَظِّمَ نَبِيَّكَ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ، وَتَمْلَأَ قَلْبَكَ بِمَحَبَّتِهِ حَتَّى تُحِبَّهُ أَكْثَرَ مِنْ مَحَبَّتِكَ لِوَالِدَيْكَ وَلِنَفْسِكَ، لِأَنَّهُ الَّذِي عَلَّمَنَا دِينَ الْإِسْلَامِ وَبِسَبَبِهِ عَرَفْنَا رَبَّنَا، وَفَرَّقْنَا بَيْنَ الْحَلَالِ وَالْحَرَامِ، وَهُوَ الَّذِيْ يَدُلُّنَا عَلَى طَرِيْقِ الْخَيْرِ. إِذَا أَحْبَبْتَ نَبِيَّكَ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ، فَاتَّبِعْهُ فِي سِيرَتِهِ، وَاعْمَلْ بِنَصَائِحِهِ، لِتَنَالَ مَحَبَّةَ اللهِ وَرِضَاهُ.
Wahai anak yang beradab: Sebagaimana wajib bagimu mengagungkan Tuhanmu SWT, wajib juga bagimu mengagungkan Nabimu Muhammad SAW, dan memenuhi hatimu dengan cinta kepadanya hingga engkau mencintainya melebihi cintamu pada orang tua dan dirimu sendiri. Karena Beliaulah yang mengajarkan kita agama Islam, sebab Beliau kita mengenal Tuhan kita, dan membedakan antara yang halal dan haram, dan Beliaulah yang menunjukkan kita pada jalan kebaikan. Jika engkau mencintai Nabimu, ikutilah jejak hidupnya dan amalkan nasihatnya, agar engkau memperoleh cinta dan ridho Allah.
⬆ Kembali ke Pencarian
9. Adab Di Rumah (آدَابُ الْمَنْزِلِ)
يَجِبُ عَلَى الْوَلَدِ أَنْ يُرَاعِيَ الْأَدَبَ فِي مَنْزِلِهِ، بِأَنْ يَحْتَرِمَ وَالِدَيْهِ، وَإِخْوَانَهُ وَأَخَوَاتِهِ وَكُلَّ مَنْ فِي الْمَنْزِلِ، وَلَا يَعْمَلَ شَيْئًا يُغْضِبُ أَحَدًا مِنْهُمْ، وَلَا يُعَانِدَ أَخَاهُ الْكَبِيرَ، وَلَا يُخَاصِمَ أَخَاهُ الصَّغِيرَ، وَلَا يُؤْذِيَ الْخَادِمَ، وَإِذَا لَعِبَ لَعِبَ بِنِظَامٍ، بِغَيْرِ صِيَاحٍ وَلَا حَرَكَةٍ لَا تَلِيقُ بِهِ، وَلاَ يَلْعَبَ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، وَأَنْ يُحَافِظَ عَلَى أَدَوَاتِ الْمَنْزِلِ: فَلَا يَكْسِرَ الْأَوَانِيَ، وَلَا يُغَيِّرَ الْأَبْوَابَ، وَلَا يُفْسِدَ الْأَشْجَارَ.
Wajib bagi seorang anak menjaga adab di rumahnya: dengan menghormati orang tua, saudara-saudarinya, dan semua orang di rumah. Jangan melakukan sesuatu yang membuat mereka marah, jangan membantah kakak, jangan memusuhi adik, dan jangan menyakiti pembantu. Jika bermain, bermainlah dengan tertib tanpa teriak atau gerakan yang tidak pantas, dan jangan bermain saat orang-orang sedang tidur. Jagalah perabotan rumah: jangan memecahkan piring, merusak pintu, atau merusak tanaman. Berilah makan hewan peliharaan jika punya.
⬆ Kembali ke Pencarian
10. Abdullah Di Rumahnya (عَبْدُ اللهِ فِي مَنْزِلِهِ)
عَبْدُ اللهِ فِي مَنْزِلِهِ مِثَالُ الْأَدَبِ وَالنِّظَامِ؛ يَغْتَسِلُ كُلَّ صَبَاحٍ وَمَسَاءٍ، وَيَعْتَنِي بِنَظَافَةِ مَلَابِسِهِ وَكُتُبِهِ، وَيَضَعُهَا مُرَتَّبَةً فِي مَحَلٍّ خَاصٍّ، وَلَا يَتَمَخَّطُ فِي ثَوْبِهِ أَوْ فِي الْجِدَارِ وَلَكِنْ فِي الْمِنْدِيلِ وَلَا يَبْصُقُ عَلَى الْقَاعَةِ، وَلَا يُوَسِّخُ الْأَبْوَابَ، وَلَا يَكْتُبُ فِي الْجُدْرَانِ، وَلَا يَتَسَلَّقُ الْأَشْجَارَ، وَلَا يَرْمِي أَحَدًا بِالْأَحْجَارِ. وَكَانَ عَبْدُ اللهِ يُصَافِحُ وَالِدَيْهِ وَإِخْوَانَهُ وَأَخَوَاتِهِ كُلَّ صَبَاحٍ وَمَسَاءٍ، وَلَا يَدْخُلُ غُرْفَةَ أَحَدٍ مِنْ غَيْرِ اسْتِئْذَانٍ. وَبِذَلِكَ يَنَالُ عَبْدُ اللهِ رِضَى وَالِدَيْهِ وَأَهْلِهِ وَيَعِيشُ مَعَهُمْ سَعِيدًا مَسْرُورًا.
Abdullah di rumahnya adalah contoh anak beradab dan rapi; ia mandi pagi dan sore, menjaga kebersihan pakaian dan bukunya, serta meletakkannya rapi di tempat khusus. Ia tidak membuang ingus di baju atau dinding tapi di sapu tangan, tidak meludah di lantai, tidak mengotori pintu, tidak mencoret dinding, tidak memanjat pohon, dan tidak melempar orang dengan batu. Abdullah selalu menyalami orang tua dan saudaranya pagi dan sore, tidak masuk kamar orang tanpa izin. Karena itulah ia mendapat ridho orang tua dan hidup bahagia.
⬆ Kembali ke Pencarian
11. Ibumu Yang Penyayang (أُمُّكَ الرَّحِيْمَةُ)
اعْلَمْ يَا بُنَيَّ: أَنَّ أُمَّكَ تَعِبَتْ كَثِيرًا مِنْ أَجْلِكَ؛ حَمَلَتْكَ فِي بَطْنِهَا تِسْعَةَ أَشْهُرٍ، ثُمَّ أَرْضَعَتْكَ وَرَبَّتْكَ تَرْبِيَةً حَسَنَةً إِلَى أَنْ كَبِرْتَ، وَنَظَّفَتْ جِسْمَكَ وَثِيَابَكَ وَهَيَّأَتْ فِرَاشَكَ وَطَعَامَكَ، وَحَرَسَتْكَ مِنْ كُلِّ أَذًى، وَتَتْعَبُ لِتَسْتَرِيْحَ أَنْتَ. أُمُّكَ رَحِيمَةٌ بِكَ، وَتُحِبُّكَ كَثِيرًا، فَهِيَ تَفْرَحُ بِصِحَّتِكَ، وَتَحْزَنُ لِمَرَضِكَ، وَتُسْرِعُ فِي طَلَبِ الدَّوَاءِ، وَتَدْعُو لَكَ بِالشِّفَاءِ. انْظُرْ إِلَى أَخِيكَ الصَّغِيرِ، كَيْفَ تَتْعَبُ أُمُّكَ فِي تَرْبِيَتِهِ؟ وَكَيْفَ تُحِبُّهُ مَحَبَّةً شَدِيدَةً؟ لِتَعْرِفَ حَالَتَكَ فِي صِغَرِكَ.
Ketahuilah wahai Anakku: Ibumu sangat lelah karenamu; ia mengandungmu 9 bulan, menyusui, dan mendidikmu dengan baik hingga besar. Ia membersihkan badan dan bajumu, menyiapkan kasur dan makananmu, serta menjagamu dari gangguan, dan ia rela lelah agar engkau beristirahat. Ibumu sangat menyayangimu dan ingin kau jadi anak terbaik. Ia sabar meski lelah, senang jika kau sehat, dan sedih jika kau sakit, lalu segera mencarikan obat dan mendoakan kesembuhanmu. Lihatlah adik kecilmu, bagaimana lelahnya ibumu merawatnya dan betapa ia mencintainya? Agar kau tahu keadaanmu saat kecil dulu.
⬆ Kembali ke Pencarian
12. Adab Anak Kepada Ibunya (آدَابُ الْوَلَدِ مَعَ أُمِّهِ)
أَيُّهَا الْوَلَدُ الْأَدِيبُ! إِذَا عَرَفْتَ تَعَبَ أُمِّكَ فِي تَرْبِيَتِكَ، وَعِظَمَ مَحَبَّتِهَا لَكَ، فَبِمَاذَا تَجْزِيهَا؟ طَبْعًا إِنَّكَ لَا تَقْدِرُ أَنْ تَجْزِيَ أُمَّكَ، وَمَا عَلَيْكَ إِلَّا أَنْ تَعْمَلَ بِهَذِهِ الْآدَابِ: أَنْ تَمْتَثِلَ أَوَامِرَهَا، مَعَ الْمَحَبَّةِ وَالِاحْتِرَامِ، وَتَعْمَلَ كُلَّ شَيْءٍ يُفَرِّحُ قَلْبَهَا، وَتُقَبِّلَ يَدَهَا كُلَّ يَوْمٍ، وَتَدْعُوَ لَهَا بِطُولِ الْعُمُرِ وَالصِّحَّةِ وَالْعَافِيَةِ. وَأَنْ تَحْذَرَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِي قَلْبَهَا، فَلَا تَعْبِسَ بِوَجْهِكَ إِذَا أَمَرَتْكَ بِشَيْءٍ، وَلاَ تَرْفَعْ صَوْتَكَ عَلَيْهَا.
Wahai anak beradab! Jika kau tahu lelahnya ibumu merawatmu dan besarnya cintanya padamu, dengan apa kau membalasnya? Tentu kau takkan mampu membalasnya. Kau hanya wajib melakukan adab ini:
1. Patuhi perintahnya dengan cinta dan hormat, lakukan hal yang menggembirakan hatinya, cium tangannya setiap hari, dan doakan panjang umur serta sehat.
2. Hati-hati jangan menyakiti hatinya: jangan bermuka masam jika diperintah atau dimarahi, dan jangan mengangkat suaramu padanya.
⬆ Kembali ke Pencarian
13. Sholeh Bersama Ibunya (صَالِحٌ مَعَ أُمِّهِ)
صَالِحٌ وَلَدٌ بَارٌّ بِأُمِّهِ، وَذَاتَ الْيَوْمِ مَرِضَتْ أُمُّهُ، فَحَزِنَ كَثِيرًا، وَاسْتَأْذَنَ مِنْ أَسَاتِذَتِهِ؛ أَنْ يَجْلِسَ عِنْدَهَا فِي الْبَيْتِ لِيَخْدِمَهَا، لِأَنَّهَا مَا عِنْدَهَا خَادِمَةٌ. وَكَانَ صَالِحٌ تَارَةً يَشْتَرِي لَهَا دَوَاءً مِنَ الصَّيْدَلِيَّةِ وَتَارَةً يَشْتَرِي لَهَا طَعَامًا وَفَوَاكِهَ مِنَ السُّوقِ، وَتَارَةً يَخْدِمُهَا فِي الْبَيْتِ. وَبَعْدَ أَيَّامٍ، شُفِيَتْ مِنْ مَرَضِهَا، فَفَرِحَ صَالِحٌ فَرَحًا شَدِيدًا.
Sholeh anak yang berbakti pada ibunya. Suatu hari ibunya sakit, ia sangat sedih dan minta izin pada gurunya untuk menemani ibunya di rumah guna melayaninya, karena ibunya tidak punya pembantu. Sholeh terkadang membelikan obat di apotek, kadang membeli makanan dan buah di pasar, dan terkadang melayaninya di rumah. Setelah beberapa hari, ibunya sembuh, maka Sholeh sangat gembira.
⬆ Kembali ke Pencarian
14. Kasih Sayang Ayah (أَبُوكَ الشَّفِيقُ)
اعْلَمْ أَيُّهَا الْوَلَدُ الْعَزِيزُ، أَنَّ أَبَاكَ يُحِبُّكَ كَمَا تُحِبُّكَ أُمُّكَ، فَهُوَ يَخْرُجُ كُلَّ يَوْمٍ مِنْ بَيْتِهِ، وَيَتَحَمَّلُ الْمَشَقَّةَ وَالْحَرَّ فِي طَلَبِ الرِّزْقِ، لِيَكْتَسِبَ مَالًا يَشْتَرِي لَكَ بِهِ الْمَلَابِسَ وَالطَّعَامَ، وَكُلَّ مَا تَحْتَاجُ إِلَيْهِ، وَهُوَ يَعْمَلُ كُلَّ ذَلِكَ بِفَرَحٍ وَسُرُورٍ. أَبُوكَ أَيْضًا هُوَ الَّذِي يَعْتَنِي بِصِحَّتِكَ، وَيَحْفَظُكَ مِمَّا يُؤْذِيكَ، وَإِذَا مَرِضْتَ أَسْرَعَ إِلَى إِحْضَارِ الطَّبِيبِ وَالدَّوَاءِ. وَيُفَتِّشُ عَنْ مَدْرَسَةٍ لِتَتَعَلَّمَ فِيهَا الْعُلُومَ النَّافِعَةَ.
- Ketahuilah wahai Anak yang mulia, bahwa Ayahmu juga mencintaimu sebagaimana Ibumu mencintaimu. Ia keluar rumah setiap hari, menanggung lelah dan panas demi mencari rezeki, untuk membelikanmu pakaian, makanan, dan segala kebutuhanmu dengan hati gembira.
- Ayahmu juga yang menjaga kesehatanmu dan melindungimu dari bahaya. Saat kau sakit, dialah yang segera menghadirkan dokter dan obat.
- Ayahmu juga yang mencarikan sekolah agar kau belajar ilmu bermanfaat.
⬆ Kembali ke Pencarian
15. Adab Anak Dengan Ayahnya (آدَابُ الْوَلَدِ مَعَ أَبِيْهِ)
أَيُّهَا الْوَلَدُ الْمَحْبُوبُ، يَجِبُ عَلَيْكَ أَنْ تَتَأَدَّبَ مَعَ أَبِيكَ كَمَا تَتَأَدَّبُ مَعَ أُمِّكَ، فَتَمْتَثِلَ أَوَامِرَهُ، وَتَجْتَنِبَ نَوَاهِيَهُ، وَتَسْمَعَ نَصَائِحَهُ، لِأَنَّهُ لَا يَأْمُرُكَ إِلَّا بِمَا يَنْفَعُكَ، وَلَا يَنْهَأكَ إِلَّا عَمَّا يَضُرُّكَ. وَيَجِبُ عَلَيْكَ أَيْضًا أَنْ تَطْلُبَ رِضَاهُ، بِالْمُحَافَظَةِ عَلَى كُتُبِكَ وَمَلَابِسِكَ، وَالِاجْتِهَادِ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ، وَلَا تُكَلِّفْهُ شِرَاءَ مَا لَا يَقْدِرُ عَلَيْهِ. وَإِذَا رَضِيَ عَنْكَ وَالِدُكَ رَضِيَ عَنْكَ رَبُّكَ، وَعِشْتَ سَعِيدًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ.
- Wahai anak tercinta, wajib bagimu beradab kepada Ayahmu sebagaimana kepada Ibumu: patuhi perintahnya, jauhi larangannya, dan dengarkan nasihatnya, karena ia hanya menyuruhmu pada kebaikan dan melarangmu dari bahaya.
- Wajib bagimu mencari ridhonya dengan menjaga buku dan bajumu, bersungguh-sungguh mencari ilmu, dan tidak membebaninya membeli yang tak sanggup dibeli.
- Jika orang tuamu ridho padamu, maka Tuhanmu pun ridho, dan kau akan hidup bahagia di dunia dan akhirat.
⬆ Kembali ke Pencarian
16. Cinta Kasih Seorang Ayah (رَحْمَةُ الْأَبِ)
كَانَ وَلَدٌ عَنِيدٌ، نَهَاهُ أَبُوهُ مِرَارًا عَنْ أَذِيَّةِ الْحَيَوَانِ، وَعَنْ تَسَلُّقِ الْأَشْجَارِ، وَلَكِنَّهُ لَمْ يَسْمَعْ كَلَامَ أَبِيهِ. وَفِي بَعْضِ الْأَيَّامِ ضَرَبَ هِرَّةً، فَعَضَّتْهُ فِي رِجْلِهِ عَضَّةً مُؤْلِمَةً، سَالَتْ مِنْهَا الدِّمَاءُ، وَتَأَلَّمَ مِنْهَا كَثِيرًا، فَأَحْضَرَ لَهُ أَبُوهُ الطَّبِيبَ، وَأَنْفَقَ فِي سَبِيلِ ذَلِكَ مَالًا كَثِيرًا حَتَّى شُفِيَ. فَلَمَّا شُفِيَ الْوَلَدُ تَابَ مِنْ سُوءِ فِعْلِهِ، وَعَاهَدَ أَبَاهُ عَلَى الْعَمَلِ بِنَصَائِحِهِ.
Ada seorang anak keras kepala yang dilarang Ayahnya berkali-kali agar tidak menyakiti hewan dan memanjat pohon, tapi ia tidak menurut. Suatu hari ia memukul kucing, lalu kucing itu menggigit kakinya hingga berdarah dan sangat sakit. Ayahnya memanggil dokter dan mengeluarkan banyak biaya demi kesembuhannya hingga ia sembuh. Setelah sembuh, anak itu bertaubat dari perbuatan buruknya dan berjanji akan menuruti nasihat ayahnya.
⬆ Kembali ke Pencarian
17. Sopan Santun Bersama Saudara (آدَابُ الْوَلَدِ مَعَ إِخْوَتِهِ)
إِخْوَانُكَ هُمْ أَقْرَبُ النَّاسِ إِلَيْكَ بَعْدَ وَالِدَيْكَ، فَإِذَا أَرَدْتَ أَنْ تُدْخِلَ السُّرُورَ عَلَى أَبِيكَ وَأُمِّكَ، فَتَأَدَّبْ مَعَ إِخْوَتِكَ: بِأَنْ تَحْتَرِمَ أَخَاكَ الْكَبِيرَ وَتُحِبَّهُ، وَتَعْمَلَ بِنَصِيحَتِهِ، وَتَرْحَمَ أَخَاكَ الصَّغِيرَ وَتُحِبَّهُ، وَلَا تُؤْذِيَهُ، وَلَا تَحْتَقِرَهُ، وَلَا تَتَخَاصَمَ مَعَهُ، وَلَا تَأْخُذَ شَيْئًا مِنْ لُعَبِهِ، وَلاَ تَحْسُدَهُ، لِأَنَّ ذَلِكَ يُغْضِبُ وَالِدَيْكَ.
- Saudara-saudaramu adalah orang terdekatmu setelah orang tua. Jika ingin membahagiakan orang tua, beradablah pada saudara: hormati dan cintai kakakmu serta ikuti nasihatnya, sayangi dan cintai adikmu. Jangan menyakiti, menghina, bertengkar, mengambil mainannya, atau mendengkinya, karena itu membuat orang tua marah.
⬆ Kembali ke Pencarian
18. Dua Saudara Yang Saling Mencintai (الْأَخَوَانِ الْمُتَحَابَّانِ)
عَلِيٌّ وَأَحْمَدُ أَخَوَانِ مُتَحَابَّانِ: يَذْهَبَانِ إِلَى الْمَدْرَسَةِ وَيَرْجِعَانِ مَعًا، وَيَتَعَاوَنَانِ عَلَى فِعْلِ الْوَاجِبَاتِ، وَيُذَاكِرَانِ دُرُوسَهُمَا فِي الْبَيْتِ، وَيَلْعَبَانِ وَقْتَ اللِّعْبِ مَعًا. وَفِي يَوْمٍ مِنَ الْأَيَّامِ اشْتَرَى عَلِيٌّ كِتَابَيْنِ مِنْ كُتُبِ (الْأَخْلَاقِ لِلْبَنِينَ) وَسَأَلَ أَبَاهُ: أَيْنَ أَحْمَدُ يَا أَبِي؟ أُرِيدُ أَنْ أُهْدِيَهُ هَذَا الْكِتَابَ، فَفَرِحَ أَحْمَدُ بِهَذِهِ الْهَدِيَّةِ، وَأَعْطَاهُ صُنْدُوقَ الْأَقْلَامِ.
Ali dan Ahmad dua bersaudara yang saling mencintai: mereka berangkat dan pulang sekolah bersama, saling membantu kewajiban, belajar bersama, dan bermain bersama. Suatu hari Ali membeli dua buku Akhlaq lil Banin dan memberikannya pada Ahmad sebagai hadiah. Ahmad menerimanya dengan senang hati lalu memberi kotak pensil kepada Ali sebagai balasan.
⬆ Kembali ke Pencarian
19. Adab Bersama Kerabat (آدَابُ الْوَلَدِ مَعَ أَقَارِبِهِ)
الْوَلَدُ الْمُهَذَّبُ يَحْتَرِمُ أَقَارِبَهُ، مِثْلَ جَدِّهِ وَجَدَّتِهِ، وَأَعْمَامِهِ وَأَخْوَالِهِ، وَيُحِبُّهُمْ، لِأَنَّهُمْ يُحِبُّونَهُ، وَيُحِبُّونَ وَالِدَيْهِ. وَيَطْلُبُ رِضَاهُمْ: بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِمْ، وَزِيَارَتِهِمْ فِي بَعْضِ الْأَوْقَاتِ، لَا سِيَّمَا فِي الْأَعْيَادِ، وَعِنْدَ الْمَرَضِ، وَالْوِلَادَةِ، وَالْقُدُومِ مِنَ السَّفَرِ، وَيُشَارِكُهُمْ فِي أَفْرَاحِهِمْ وَأَحْزَانِهِمْ. وَيُشْفِقُ عَلَى أَوْلَادِهِمْ، وَيَلْعَبُ مَعَهُمْ، وَيَسْأَلُ عَنْهُمْ إِذَا غَابُوا، وَيُسَاعِدُهُمْ إِذَا احْتَاجُوا.
- Anak yang terdidik menghormati kerabatnya (Kakek, Nenek, Paman, Bibi) dan mencintai mereka karena mereka mencintainya dan orang tuanya.
- Carilah ridho mereka dengan mematuhi perintahnya, mengunjungi mereka terutama saat hari raya, saat sakit, melahirkan, atau pulang dari bepergian, dan ikut merasakan kegembiraan serta kesedihan mereka.
- Sayangilah anak-anak kerabat (sepupu), bermainlah dengan mereka, tanyakan kabarnya jika tak jumpa, dan bantulah mereka.
⬆ Kembali ke Pencarian
20. Mustofa Bersama Kerabatnya (مُصْطَفَى وَقَرِيْبُهُ يَحْيَى)
مُصْطَفَى وَلَدٌ غَنِيٌّ، حَسَنُ الْأَخْلَاقِ، لَا يَتَكَبَّرُ عَلَى أَحَدٍ، بَلْ يُحِبُّ مُسَاعَدَةَ غَيْرِهِ، لَا سِيَّمَا أَقَارِبُهُ. رَأَى ذَاتَ يَوْمٍ قَرِيبَهُ يَحْيَى يَلْبَسُ ثَوْبًا مُمَزَّقًا، فَأَسْرَعَ إِلَى مَنْزِلِهِ، وَأَخَذَ ثَوْبًا جَدِيدًا مِنْ ثِيَابِهِ، وَقَدَّمَهُ لِيَحْيَى، فَفَرِحَ يَحْيَى فَرَحًا عَظِيمًا، وَشَكَرَ لِمُصْطَفَى فَضْلَهُ.
Mustofa anak orang kaya yang berakhlak mulia, tidak sombong, dan suka membantu terutama kerabatnya. Suatu hari ia melihat kerabatnya, Yahya, memakai baju robek. Mustofa segera pulang mengambil baju baru dan memberikannya pada Yahya. Yahya menerimanya dengan sangat gembira dan berterima kasih atas kebaikan Mustofa.
⬆ Kembali ke Pencarian
21. Adab Terhadap Pembantu (آدَابُ الْوَلَدِ مَعَ خَادِمِهِ)
الْخَادِمُ هُوَ الَّذِي يُرَتِّبُ أَثَاثَ الْمَنْزِلِ، وَيَكْنُسُ الْفِنَاءَ، وَيُكَلِّفُهُ أَبُوكَ بِقَضَاءِ لَوَازِمِ الْبَيْتِ، فَيَطْبُخُ الطَّعَامَ، وَيَغْسِلُ الثِّيَابَ. فَيَجِبُ عَلَيْكَ أَنْ تُعَامِلَهُ مُعَامَلَةً حَسَنَةً، فَإِذَا أَمَرْتَهُ فَبِاللُّطْفِ وَالرِّفْقِ، وَلَا تَتَكَبَّرْ عَلَيْهِ، وَإِذَا غَلِطَ فَلَا تَشْتُمْهُ، بَلْ نَبِّهْهُ بِلُطْفٍ. وَإِذَا نَادَيْتَهُ فَلَمْ يَسْمَعْ، أَوْ أَمَرْتَهُ فَأَبْطَأَ، فَلَا تَغْضَبْ عَلَيْهِ.
- Pembantu adalah orang yang merapikan rumah, menyapu, memasak, mencuci, dan belanja kebutuhan rumah.
- Perlakukan mereka dengan baik. Jika menyuruh, gunakan kata lembut. Jangan sombong. Jika ia salah, jangan memaki tapi nasehati baik-baik.
- Jika ia lambat mendengar panggilan atau lambat bekerja, jangan marah padanya.
⬆ Kembali ke Pencarian
22. Anak Yang Suka Menyakiti (الْوَلَدُ الْمُؤْذِي)
كَانَ وَلَدٌ غَنِيٌّ، سَيِّئُ الْأَخْلَاقِ، يُحِبُّ التَّكَبُّرَ، وَيُؤْذِي النَّاسَ، لَا سِيَّمَا خَادِمُهُ. وَفِي بَعْضِ الْأَيَّامِ قَالَ لَهُ أَبُوهُ: اسْمَعْ يَا بُنَيَّ، إِذَا كُنْتَ لَا تُحِبُّ أَنْ يُؤْذِيَكَ أَحَدٌ، فَلَا تُؤْذِ غَيْرَكَ، وَلَا تَحْتَقِرِ الْخَدَمَ وَتَتَكَبَّرْ عَلَيْهِمْ، فَإِنَّهُمْ بَشَرٌ مِثْلُنَا، لَهُمْ إِحْسَاسٌ مِثْلُنَا. فَلَمَّا سَمِعَ الْوَلَدُ هَذِهِ النَّصِيحَةَ، أَثَّرَتْ فِي قَلْبِهِ، وَتَابَ مِنْ سُوءِ عَمَلِهِ، وَصَارَ يُحِبُّ خَادِمَهُ.
Ada seorang anak kaya yang buruk akhlaknya, sombong, dan suka menyakiti orang terutama pembantunya. Ayahnya menasihatinya: "Wahai anakku, jika kau tidak suka disakiti, janganlah menyakiti orang lain. Jangan menghina pembantu dan sombong pada mereka, mereka manusia seperti kita dan punya perasaan seperti kita." Mendengar nasihat itu, sang anak sadar, bertaubat, dan menjadi sayang kepada pembantunya.
⬆ Kembali ke Pencarian
23. Adab Dengan Tetangga (آدَابُ الْوَلَدِ مَعَ جِيْرَانِهِ)
أَبُوكَ وَأُمُّكَ يُكْرِمَانِ الْجَارَ، وَيَأْمُرَانِكَ بِإِكْرَامِهِ، لِأَنَّ الْجَارَ يُسَاعِدُ وَالِدَيْكَ عِنْدَ اللُّزُومِ. فَأَحْسِنْ إِلَى جِيرَانِكَ، وَأَدْخِلِ السُّرُورَ عَلَيْهِمْ بِمُلَاطَفَةِ أَوْلَادِهِمْ، وَلَا تَتَخَاصَمْ مَعَهُمْ. وَإِذَا أَعْطَتْكَ أُمُّكَ شَيْئًا مِنَ الْمَأْكُولِ أَوِ الْفَاكِهَةِ، فَلَا تَأْكُلْهُ وَحْدَكَ إِذَا رَآكَ أَوْلَادُ الْجِيرَانِ. وَإِيَّاكَ أَنْ تُؤْذِيَ جِيرَانَكَ بِرَفْعِ الصَّوْتِ وَهُمْ نِيَامٌ، أَوْ بِرَمْيِ بُيُوتِهِمْ، أَوْ بِتَلْوِيْثِ جُدْرَانِهِمْ، أَوْ بِالتَّطَلُّعِ فِي دُوْرِهِمْ.
- Orang tuamu memuliakan tetangga, maka kau pun harus menghormatinya karena merekalah yang membantu saat butuh.
- Berbuat baiklah pada tetangga, senangkan hati mereka dengan berbuat baik pada anak-anaknya, jangan bertengkar. Jangan makan sendirian di depan mereka jika punya makanan lebih.
- Jangan ganggu tetangga dengan suara ribut saat mereka tidur, jangan melempar rumahnya, mengotori dindingnya, atau mengintip rumahnya.
⬆ Kembali ke Pencarian
24. Hamid Dan Tetangganya (حَامِدٌ وَجِيْرَانُهُ)
حَامِدٌ وَلَدٌ طَيِّبُ الْقَلْبِ، حَسَنُ الْمُعَامَلَةِ لِأَهْلِهِ وَجِيرَانِهِ، لَا يُؤْذِي أَوْلَادَهُمْ، وَلَا يَشْتُمُهُمْ، وَلَا يُقَاطِعُهُمْ. وَهُوَ فِي مَدْرَسَةٍ وَاحِدَةٍ مَعَ ابْنِ جَارِهِ، يَذْهَبَانِ مَعًا إِلَى الْمَدْرَسَةِ، وَيَرْجِعَانِ مَعًا، وَيَتَسَاعَدَانِ عَلَى فَهْمِ دُرُوْسِهِمَا، وَإِذَا غَابَ أَحَدُهُمَا سَأَلَ عَنْهُ الْآخَرُ، وَإِذَا مَرِضَ زَارَهُ فِي بَيْتِهِ. هَكَذَا يَعِيشُ حَامِدٌ مَعَ جِيرَانِهِ.
Hamid anak baik hati dan berbudi pekerti luhur pada keluarga dan tetangga. Ia tidak menyakiti, mencaci, atau memutus hubungan dengan anak tetangga. Ia satu sekolah dengan anak tetangganya, berangkat dan pulang bersama, saling membantu pelajaran, menanyakan jika tidak hadir, dan menjenguk jika sakit. Begitulah Hamid hidup damai dan bahagia dengan tetangganya.
⬆ Kembali ke Pencarian
25. Sebelum Berangkat Sekolah (فِي آدَابِ الْمَشْيِ)
يَجِبُ عَلَى كُلِّ تِلْمِيذٍ أَنْ يُحَافِظَ عَلَى النِّظَامِ وَالنَّظَافَةِ. وَمِنْ ذَلِكَ: أَنْ يَقُومَ مِنَ النَّوْمِ مُبَكِّرًا، وَيَغْتَسِلَ بِالصَّابُونِ، وَيَتَوَضَّأَ وَيُصَلِّيَ الصُّبْحَ جَمَاعَةً، وَبَعْدَ الصَّلَاةِ يُصَافِحَ وَالِدَيْهِ، ثُمَّ يَلْبَسَ ثِيَابَ الْمَدْرَسَةِ النَّظِيفَةَ، وَيُرَاجِعَ دُرُوسَهُ حَسْبَ الْجَدْوَلِ الْيَوْمِيِّ. وَبَعْدَ تَنَاوُلِ الْفُطُورِ، يُرَتِّبَ أَدَوَاتِهِ فِي الْمِحْفَظَةِ، وَيَسْتَأْذِنَ وَالِدَيْهِ فِي الذَّهَابِ إِلَى الْمَدْرَسَةِ.
Wajib bagi setiap murid menjaga ketertiban dan kebersihan, di antaranya:
- Bangun tidur pagi-pagi, mandi pakai sabun, wudhu dan sholat subuh berjamaah.
- Setelah sholat menyalami orang tua, lalu memakai seragam bersih dan rapi.
- Melihat kembali pelajaran sesuai jadwal harian.
- Setelah sarapan, merapikan alat tulis ke dalam tas.
- Meminta izin orang tua untuk berangkat sekolah.
⬆ Kembali ke Pencarian
26. Akhlaq Berjalan Di Tempat Umum (آدَابُ الْمَشْيِ فِي الطَّرِيقِ)
مِنْ آدَابِ الْمَشْيِ فِي الطَّرِيقِ: أَنْ تَمْشِيَ مُعْتَدِلًا، لَا تَلْتَفِتَ يَمِينًا وَلَا شِمَالًا، وَلاَ تَقِفَ فِي الطَّرِيْقِ. وَلَا تُسْرِعَ فِي الْمَشْيِ وَلَا تُبْطِئَ. وَلَا تَأْكُلَ وَلَا تَقْرَأَ فِي الطَّرِيقِ، وَلَا تُؤْذِيَ الْمَارَّةَ، وَلَا تُزَاحِمَ التَّلَامِيذَ، فَتُسْقِطَ أَدَوَاتِهِمْ. وَإِذَا مَشَيْتَ مَعَ أَصْحَابِكَ فَلَا تَمْزَحْ مَعَهُمْ، وَلَا تَرْفَعْ صَوْتَكَ، وَلَا تَسْخَرْ بِغَيْرِكَ. وَلَا تَنْسَ السَّلَامَ إِذَا لَقِيتَ أَحَدًا، لَا سِيَّمَا إِذَا كَانَ كَبِيرًا أَوْ مُعَلِّمًا.
Di antara adab berjalan di jalan umum adalah:
- Berjalan lurus ke depan, tidak tengok kanan kiri, tidak berhenti di jalan.
- Tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.
- Tidak makan, menyanyi, atau membaca buku di jalan.
- Tidak mengganggu pejalan lain, tidak berdesakan menjatuhkan barang teman.
- Tidak bercanda berlebihan, tidak mengeraskan suara atau mengejek orang lain.
- Mengucapkan salam jika bertemu orang, terutama orang tua atau guru.
⬆ Kembali ke Pencarian
27. Akhlaq Siswa Di Kelas (آدَابُ التِّلْمِيذِ فِي الْفَصْلِ)
مِنَ الْآدَابِ فِي الْفَصْلِ: إِذَا وَصَلْتَ إِلَى الْفَصْلِ، فَامْسَحْ حِذَاءَكَ، ثُمَّ ادْخُلْ بِأَدَبٍ، وَسَلِّمْ عَلَى رُفَقَائِكَ مُبْتَسِمًا، وَضَعْ مِحْفَظَتَكَ فِي الدُّرْجِ. وَإِذَا جَاءَ الْمُعَلِّمُ فَقِفْ فِي مَحَلِّكَ مُسْتَقْبِلًا لَهُ بِأَدَبٍ، وَحَيِّهِ. لَا تَتَكَلَّمْ وَلَا تَلْعَبْ، وَاجْلِسْ مُعْتَدِلًا، وَلَا تَضَعْ رِجْلًا عَلَى رِجْلٍ، وَلَا تَلْتَفِتْ، بَلْ تَوَجَّهْ إِلَى الْمُعَلِّمِ، وَاسْمَعْ كَلَامَهُ، وَلَا تَتَكَلَّمْ مَعَ جَارِكَ وَلَا تَضْحَكْ، فَإِنَّ ذَلِكَ يَمْنَعُ الْفَهْمَ، وَيُغْضِبُ الْمُعَلِّمَ.
Di antara adab di dalam kelas:
- Bersihkan sepatu sebelum masuk, masuk dengan sopan, salam dan senyum pada teman, letakkan tas di laci.
- Saat guru datang, berdiri di tempat menghadapnya dengan sopan dan beri salam.
- Tidak bicara atau main, duduk tegak, jangan tumpang kaki.
- Perhatikan guru, dengarkan penjelasannya, jangan ngobrol atau tertawa agar paham dan guru tidak marah.
⬆ Kembali ke Pencarian
28. Menjaga Perangkat Sekolah (كَيْفَ يُحَافِظُ التِّلْمِيْذُ عَلَى أَدَوَاتِهِ)
يَجِبُ عَلَى التِّلْمِيذِ أَنْ يُحَافِظَ عَلَى كُتُبِهِ وَأَدَوَاتِهِ. وَمِنْ ذَلِكَ: أَنْ يَضَعَ كُلَّ شَيْءٍ فِي مَحَلِّهِ، لِئَلَّا يَضِيعَ، وَأَنْ يَضَعَ غِلَافًا لِلْكِتَابِ وَالدَّفْتَرِ، وَلَا يَبُلَّ إِصْبَعَهُ بِرِيقِهِ عِنْدَ قَلْبِ الْوَرَقَةِ. وَيُحَافِظَ عَلَى قَلَمِهِ فَلَا يَكْسِرَهُ، وَلَا يَبْرِيَهُ عَلَى الْمَكْتَبِ، وَلَا يَضَعَ الْقَلَمَ فِي فَمِهِ، وَلَا يَمْحُوَ الْكِتَابَةَ بِرِيقِهِ، وَلَا يُنَشِّفَ الْحِبْرَ بِثَوْبِهِ بَلْ بِالْمِنْشَفَةِ.
Siswa harus menjaga alat belajarnya dengan cara:
- Meletakkan alat tulis pada tempatnya agar tidak hilang.
- Menyampul buku agar tidak kotor/sobek.
- Tidak membasahi jari dengan ludah untuk membalik halaman (itu buruk dan tidak sehat).
- Menjaga pensil agar tidak patah, tidak merautnya di atas meja/lantai.
- Tidak memasukkan pena ke mulut, tidak menghapus dengan ludah, dan membersihkan tinta dengan lap bukan dengan baju.
⬆ Kembali ke Pencarian
29. Menjaga Inventaris Sekolah (كَيْفَ يُحَافِظُ التِّلْمِيْذُ عَلَى أَثَاثِ الْمَدْرَسَةِ)
كَمَا يَجِبُ عَلَى التِّلْمِيذِ أَنْ يُحَافِظَ عَلَى أَدَوَاتِهِ الْخَاصَّةِ، يَجِبُ عَلَيْهِ أَنْ يُحَافِظَ عَلَى أَثَاثِ الْمَدْرَسَةِ. وَمِنْ ذَلِكَ: أَنْ لَا يُفْسِدَ الْمَقَاعِدَ وَالْمَكَاتِبَ، وَلَا يَخُطَّ عَلَى الْأَبْوَابِ وَالْجُدْرَانِ، وَلَا يُوَسِّخَ أَرْضَ الْفَصْلِ بِالْبُصَاقِ أَوْ رَمْيِ الْأَوْرَاقِ، بَلْ يَرْمِيهَا فِي صُنْدُوقِ الزُّبَالَةِ. وَلَا يَلْعَبَ بِالْجَرَسِ، وَلَا يَشْخُطَ عَلَى السَّبُّورَةِ، وَلَا يُخْفِيَ الْمِمْسَحَةَ.
Siswa juga wajib menjaga barang milik sekolah:
- Tidak merusak bangku dan meja.
- Tidak mencoret pintu dan dinding.
- Tidak mengotori lantai dengan ludah atau sampah, tapi membuangnya di tempat sampah.
- Tidak memainkan bel, tidak mencoret papan tulis, dan tidak menyembunyikan penghapus.
⬆ Kembali ke Pencarian
30. Akhlaq Pelajar Kepada Guru (آدَابُ التِّلْمِيذِ مَعَ مُعَلِّمِهِ)
أَيُّهَا التِّلْمِيذُ الْمُهَذَّبُ، إِنَّ مُعَلِّمَكَ يَتْعَبُ فِي تَرْبِيَتِكَ، وَتَعْلِيمِكَ الْعُلُومَ النَّافِعَةَ، وَيَنْصَحُكَ لِشَفَقَتِهِ عَلَيْكَ، فَيَجِبُ عَلَيْكَ احْتِرَامُهُ. وَمِنْ ذَلِكَ: أَنْ تَجْلِسَ أَمَامَهُ بِأَدَبٍ، وَتَتَكَلَّمَ مَعَهُ بِأَدَبٍ، وَإِذَا تَكَلَّمَ فَلَا تَقْطَعْ كَلَامَهُ، وَاسْمَعْ شَرْحَهُ لِلدَّرْسِ. وَإِذَا لَمْ تَفْهَمْ، فَاسْأَلْ بِلُطْفٍ، بَعْدَ الْإِشَارَةِ بِالْيَدِ. وَإِذَا سَأَلَكَ فَقُمْ وَأَجِبْ بِأَدَبٍ، وَلَا تُجِبْ عَنْ سُؤَالٍ وُجِّهَ لِغَيْرِكَ.
Wahai murid yang beradab, gurumu bersusah payah mendidik dan mengajarmu ilmu bermanfaat karena sayang padamu. Maka hormatilah beliau dengan cara:
- Duduk dan bicara sopan di depannya.
- Jangan memotong pembicaraannya, dengarkan penjelasannya.
- Jika tak paham, angkat tangan lalu tanya dengan sopan.
- Jika ditanya, berdirilah dan jawab dengan baik. Jangan menjawab pertanyaan untuk orang lain.
⬆ Kembali ke Pencarian
31. Akhlaq Pelajar Kepada Temannya (آدَابُ التِّلْمِيذِ مَعَ إِخْوَانِهِ)
أَيُّهَا التِّلْمِيذُ الذَّكِيُّ، أَنْتَ تَتَعَلَّمُ مَعَ تَلَامِيذَ آخَرِينَ، فَهُمْ إِخْوَانُكَ فِي الْمَدْرَسَةِ. فَأَحِبَّهُمْ، وَاحْتَرِمِ الْكَبِيرَ مِنْهُمْ، وَارْحَمِ الصَّغِيرَ، وَتَعَاوَنْ مَعَهُمْ عَلَى فَهْمِ الدُّرُوسِ، وَاللَّعِبِ وَقْتَ الرَّاحَةِ، وَلَا تَبْخَلْ عَلَيْهِمْ إِذَا اسْتَعَارُوا مِنْكَ شَيْئًا، وَلَا تَتَكَبَّرْ عَلَيْهِمْ. وَلَا تُؤْذِهِمْ بِوَضْعِ الْحِبْرِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ ثِيَابِهِمْ، وَلَا تُخِفْهُمْ، وَلَا تَكْذِبْ عَلَيْهِمْ.
Wahai murid cerdas, teman sekolahmu adalah saudaramu. Sayangilah mereka, hormati yang tua, kasihi yang muda, saling bantu belajar dan bermainlah saat istirahat. Jangan pelit meminjamkan barang, jangan sombong. Jangan menyakiti dengan mengotori wajah/baju, jangan menakut-nakuti, dan jangan berbohong kepada mereka.
⬆ Kembali ke Pencarian
32. Nasehat Umum 1 (نَصَائِحُ عَامَّةٌ ١)
إِذَا طَلَبْتَ شَيْئًا مِنْ رَفِيقِكَ، فَلَا تَقُلْ: هَاتِ كَذَا! بَلْ تَلَطَّفْ وَقُلْ: مِنْ فَضْلِكَ أَعْطِنِي كَذَا. وَاشْكُرْهُ عَلَى ذَلِكَ. وَإِذَا تَكَلَّمَ غَيْرُكَ فَأَصْغِ إِلَيْهِ، وَلَا تَقْطَعْ كَلَامَهُ. وَإِذَا سَمِعْتَ حِكَايَةً تَعْرِفُهَا فَلَا تَقُلْ: أَنَا أَعْرِفُهَا. نَظِّفْ أَسْنَانَكَ بِالسِّوَاكِ أَوِ الْفُرْشَةِ. وَلَا تَضَعْ إِصْبَعَكَ فِي أَنْفِكَ أَوْ أُذُنِكَ أَمَامَ النَّاسِ. وَمِنَ الْعَادَاتِ الْقَبِيحَةِ: إِفْشَاءُ السِّرِّ، وَقِرَاءَةُ مَكْتُوبِ الْغَيْرِ، وَالتَّنَصُّتُ عَلَى كَلَامِ النَّاسِ.
- Jika minta tolong teman, jangan kasar, tapi katakan "Tolong/Permisi" dan ucapkan "Terima Kasih".
- Dengarkan orang bicara, jangan memotong. Jika sudah tahu ceritanya, diamlah jangan bilang "Aku sudah tahu".
- Bersihkan gigi (siwak/sikat). Jangan mengupil atau korek kuping di depan orang.
- Kebiasaan buruk: Membuka rahasia, membaca surat orang, dan menguping pembicaraan.
⬆ Kembali ke Pencarian
33. Nasehat Umum 2 (نَصَائِحُ عَامَّةٌ ٢)
وَمِنَ الْعَادَاتِ الْقَبِيحَةِ أَيْضًا: اسْتِعْمَالُ كُتُبِ الْغَيْرِ بِغَيْرِ إِذْنِهِ، وَأَخْذُ اللُّقَطَةِ وَتَمَلُّكُهَا، وَاسْتِعَارَةُ شَيْءٍ وَإِفْسَادُهُ، وَالْإِشَارَةُ بِالرَّأْسِ أَوِ الْكَتِفِ عِنْدَ الْجَوَابِ. وَمِنَ الْعَيْبِ: طُولُ الشَّعْرِ وَالْأَظْفَارِ، وَوَسَاخَةُ الثِّيَابِ. وَاحْذَرِ اللَّعِبَ بِالْمُؤْذِيَاتِ: كَالنَّارِ وَالتُّرَابِ. حَافِظْ عَلَى صِحَّتِكَ: بِالرِّيَاضَةِ، وَاسْتِنْشَاقِ الْهَوَاءِ النَّقِيِّ، وَلَا تَأْكُلْ طَعَامًا فَاسِدًا أَوْ مَكْشُوفًا. وَمِنَ الْعَادَاتِ الضَّارَّةِ: الْإِسْرَافُ وَالتَّبْذِيرُ.
- Kebiasaan buruk lainnya: Memakai barang orang tanpa izin, mengambil barang temuan, merusak barang pinjaman, menjawab dengan geleng kepala/angkat bahu.
- Aib: Rambut dan kuku panjang kotor, baju bau.
- Hati-hati main api/debu.
- Jaga kesehatan: olahraga, hirup udara bersih, hindari makanan basi/kotor.
- Hindari boros (israf) dan mubazir.
⬆ Kembali ke Pencarian
Wallohu a'lam bish showab.
Kalimatnya diblok, tinggal mendengarkan, jadi asyik tidak harus membaca, karena ada asisten yang membacakan 😁
BalasHapus