Tafrihatul Wildan Syarah Awamil Terjemah Bahasa Indonesia

Silakan simak kitab Tafrihatul wildan versi Bahasa Jawa dan Indonesia.

🎮 Mainkan Game Tafrihatul Wildan

Selesaikan bacaanmu, lalu klik tombol di atas untuk menguji pemahamanmu.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Yang Maha Penyayang.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي قَدْ شَرَّحًا ﴿ ﴾ قَوْمًا لِنَحْوِ قَدْرِهِ وَفَرَّحًا

Segala puji bagi Allah Dzat yang betul-betul membuka kaum untuk menuju kepada arah kebesaran-Nya dan memberikan kesenangan. Artinya Allah adalah Dzat yang memiliki 4 Puji berikut ini :

  1. Puji qodim alal qodim (Allah memuji kepada zatnya sendiri) ; Q.S. Thoha : 14
  2. Puji qodim alal hadits (Allah memuji kepada makhlukya) ; Q.S. Al Qolam : 4
  3. Puji hadits alal qodim (makhluk memuji Allah sebagai khalik-Nya) ; Q.S. Ali Imron : 132
  4. Puji hadits alal hadits (makhluk memuji Allah sarana memuji makhluk lain) ; Q.S. Al Anbiya : 107
ثُمَّ الصَّلَاةُ بَعْدُ وَالسَّلَامُ ﴿ ﴾ عَلَى رَسُوْلٍ دِيْنُهُ اْلاِسْلَامُ

Kemudian setelah membaca Hamdalah semoga Rahmat Salam senantiasa tetap bagi rasul yang agamanya Islam.
Yakni setelah membaca Hamdalah lalu membaca shalawat dan salam kepada rasul yang membawa agama Islam.

مُحَمَّدٍ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ ﴿ ﴾ مَا صُرِّفَتْ اُمَّتُهُ لِنَصْرِهِ

Yaitu Nabi Muhammad beserta keluarganya dan sahabat-sahabatnya selama umatnya dimurnikan untuk menolongnya.
Artinya mudah-mudahan sholawat salam tersebut selalu tetap bagi Nabi Muhammad beserta keluarganya dan sahabat-sahabatnya selama-lamanya.

وَبَعْدُ فَاعْلَمْ اَنَّهُ لَمَّاانْجَلَتْ ﴿ ﴾ عَوَامِلُ اْلجُرْجَانِيْ فِيْنَا اطَّرَدَتْ
تَرْجَمَهَا اْلعَبْدُ اْلفَقِيْرُاَحْمَدْ ﴿ ﴾ طَهَّرَهُ اللهُ الرَّحِيْمُ لِلْاَبَدْ

Dan sesudah membaca Hamdalah, sholawat, dan salam kepada Rasulullah maka ketahuilah sesungguhnya ketika risalah awamil karangan Syekh Abdul Khoir Al Jurjani telah tampak dan sangat terkenal di lingkungan kami, maka hamba yang sangat membutuhkan rahmat Allah yaitu Kyai Ahmad Muthohar yang mudah-mudahan Allah Dzat Maha Sayang yang selalu menyucikan selama-lamanya.

PENGERTIAN AMIL
Lafal Amil adalah bahasa Arab dan terjemahannya ialah pekerja yang diambil dari akar kata AMALAN melalui disiplin ilmu shorof (morfologi) dengan tashrif (pecahan kata) sebagai berikut :

  • 'AMILA = Dia seorang laki-laki benar-benar bekerja atau sudah bekerja
  • YA’MALU = Dia seorang laki-laki sedang atau akan bekerja
  • 'AMALAN = pekerjaan
  • 'AMILUN = pekerja yang mengerjakan pekerjaan

Sementara menurut istilah Nukhat (pakar nahwu) adalah sesuatu yang menuntut kejelasan harokat di akhir kalimat (I’rob). Dan jumlah amil itu menurut Syekh Abdul Qadir Al Jurjani ialah ada 100 berikut kejelasan pendapatnya :

اِنَّ اْلعَوَامِلَ هُنَا فَمِيَّةْ ﴿ ﴾ لَفْظِيَّةٌ فَبَعْدُ مَعْنَوِيَّةْ

Sesungguhnya amil-amil itu diterangkan di dalam kitab ini, ialah ada 100 (seratus), yaitu sebagian Amil lafdziyah dan sesudahnya adalah Amil ma’nawiyah.
Artinya jumlah Amil ialah ada 100, Sebagian ada yang disebut Amil lafdzi dan sebagian lagi disebut amil ma’nawi.

Ini saya tampilkan bagan pembagian amil agar lebih mudah memahaminya, sebelum dijelaskan di nadzom berikutnya:


sumber : https://www.youtube.com/watch?v=Ig9XIW6R-ts&t=184s

لَفْظِيَّةٌ مِنْهَا هُنَا نَوْعَانِ ﴿ ﴾ سَمَاعِيٌّ قِيَاسِيٌّ سِيَّانِ

Di dalam kitab ini, Amil lafdzi yang sebagian dari 100 itu, ialah ada dua macam yang sama yaitu :

  1. Amil lafdzi sama’i (bentuk lafal yang didengar dari bahasa Arab).
  2. Amil lafdzi qiyasi (bentuk lafal yang boleh disamakan).
فَاْلاَوَّلُ الْاَحَدُ وَالتِّسْعُوْنَا ﴿ ﴾ ثَانِيْهِمَا فَسَبْعَةٌ فَادْعُوْنَا
وَاْلـمَعْنَوِيَّةُ بِهَا ضَرْبَانِ ﴿ ﴾ ثُمَّ السَّمَاعِيَّةُ خُذْ بَيَانِي

Kemudian Amil yang pertama, yaitu Amil lafdzi sama’i, ialah ada 91, dan keduanya yaitu Amil lafdzi qiyasi ialah ada 7, maka doakanlah kami.
Artinya Amil lafdzi sama’i ialah ada 91, dan Amil lafdzi qiyasi ialah ada 7.

Sementara Amil ma’nawi dari 100 ialah ada dua macam, yaitu :

  1. Amil ma’nawi ibtida (Amil yang tidak kelihatan dan dijadikan permulaan kalam).
  2. Amil ma’nawi mujarrod (Amil yang tidak kelihatan sebab disepikan dari Amil nashob atau Amil jazem, perlu diketahui, Amil ma’nawi mujarrod di dalam kitab awamil ini disebut Amilul waqi'i mauqi’asmi).

Kemudian ambillah keteranganku tentang amil sama’i itu.
Artinya : Jumlah amil ialah ada 100, untuk amil lafdzi sama’i ialah ada 91, untuk amil lafdzi qiyasi ialah ada 7, dan untuk amil ma’nawi ialah ada 2. Lalu mengenai Amil lafdzi sama’i yang 91, itu ialah akan diterangkan dalam 13 macam seperti keterangan dalam bait berikut ini.

وَتُـتَـنَـوَّعُ ثَلَاثَةَ عَشَرْ ﴿ ﴾ مِنْ اِسْمٍ اَوْفِعْلٍ وَحَرْفٍ مُعْـتَـبَرْ

Amil lafdzi sama’i di jeniskan dalam 13 jenis, dari jenis kalimah isim, jenis kalimah fi'il dan jenis kalimat huruf yang diperhitungkan.


النَّوْعُ اْلاَوَّلُ اَىْ فِي حُرُوفِ الْـجَـرِّ

JENIS PERTAMA ADALAH MENERANGKAN HURUF JAR

فَاجْرُرْ بِتِسْعٍ ثُمَّ عَشْرٍ حَرْفَا ﴿ ﴾ تَكُنْ فَطِيْنًا عَالِمًا ذَا زُلْفَى

Jarkanlah dengan 19 huruf, maka kamu jadi orang cerdas, pandai, dan dekat dengan Allah.
Artinya : Amil lafdzi sama’i bentuk kalimat huruf yang mengejarkan, ialah ada 19 seperti diterangkan dalam 3 bait berikut ini.

فَهِيَ مِنْ اِلَى وَلَامُ عَنْ عَلَى ﴿ ﴾ كَافٌ وَفِي بَاءٌ وَمُذْ مُنْذُ جَلَا
كَذَاكَ وَاوٌ وَتَاءٌ فِى الْقَسَمْ ﴿ ﴾ رُبَّ وَوَاوُ رُبَّ فَاسْكُنِ الْحَرَمْ
حَتَّى وَحَاشَا وَعَدَا ثُمَّ خَلَا ﴿ ﴾ فَاسْمَعْ مَقَالِى كَىْ تَكُوْنَ ذَاالعُلَى

Ialah lafadz مِنْ، اِلَى، لَامْ, عَنْ, عَلَى,كَافْ, فِي, بَاءْ، مُذْ dan lafadz مُنْذُ yang sudah jelas, begitu juga وَاوُ، بَاءْ dan تَاءْ di dalam menunjukkan ma’na sumpah dan lafadz رُبَّ، وَاوُ رُبَّ، حَتَّى، حَاشَا، عَدَا، خَلَا Kemudian menempatkanlah kamu di tanah haram dan dengarkan maqolahku agar kamu menjadi orang yang mempunyai kedudukan tinggi.

Artinya : kalimah huruf yang mengejarkan pada kalimat Isim ialah ada 19.
Kalimat isim setelah amil/ huruf yang 19 ini, dibaca majrur (di antara tandanya berharakat kasroh). Seperti contoh-contoh berikut ini :

No Amil Nama Contoh
1 مِنْ حُرُوفُ الْـجَرِّ مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ
dari, sebagian Dari masjidil haram
2 اِلَى اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَى
ke, kepada ke Masjidil Aqsha
3 لَامْ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ
bagi/ milik, karena, kepada Segala puji bagi Allah
4 عَنْ رَمَيْتُ السَّهْمَ عَنِ الْـقَـوْسِ
(jauh) dari Saya melempar anak panah dari busurnya
5 عَلَى رَكِـبْتُ عَلَى السَّيَّارَةِ
di atas Saya naik di atas mobil
6 كَافْ مُحَمَّدٌ كَالْبَـدْرِ
seperti, laksana, karena Muhammad laksana bulan purnama
7 فِي اَلْمَـاءُ فِى الـْكُـوْزِ
di dalam Air itu di dalam kendi
8 بَاءْ مَـرَرْتُ بِـزَيْـدٍ
dengan, sebab Saya berjalan bertemu dengan Zaid
9 مُذْ مَا رَاَيْتُـكَ مُذْ يَوْمِ الْجُمْعَةِ
Semenjak, sejak Saya tidak melihat Kamu semenjak hari Jumat
10 مُنْذُ مَا اُطَالِعُ مُـنْذُ يَـوْمِ الْعُـطْـلَةِ
Semenjak, sejak Saya tidak belajar semenjak hari libur
11 وَاوُ حُـرُوْفُ الْقـَسَـمِ وَاللهِ
demi demi Allah
12 بَاءْ بِاللهِ
demi demi Allah
13 تَاءْ تَاللهِ
demi demi Allah
14 رُبَّ حُرُوفُ الْـجَرِّ رُبَّ رَجُلٍ اَحْـسَـنْتُهُ
banyak, beberapa banyak laki-laki yang aku menganggapnya baik
15 وَاوُ رُبَّ وَرُبَّ لَيْلٍ كَمَوْجِ الْبَحْرِ
banyak, beberapa Banyak malam jam yang laksana gelombang lautan
16 حَتَّى حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
sampai, sehingga Sampai terbit fajar
17 حَاشَا نَجَحَ التَّلَامِـيْذُ حَاشَا الْمُهْمِلِ
selain, kecuali, melainkan Murid-murid sukses selain penganggur
18 عَدَا اِرْتَقَى الْمُجْتَهِدُوْنَ عَدَا الْمُهْمِلِ
selain, kecuali, melainkan Orang yang sungguh-sungguh dapat meningkat martabat selain penganggur
19 خَلَا حَفِظَ النَّاشِطُوْنَ خَلَا الْكَـسْلَانِ
selain, kecuali, melainkan Aktivis siap menghafal selain pemalas

النَّوْعُ اْلثَّانِى اَىْ فِي اِنَّ وَ اَخَوَاتِهَا

JENIS KEDUA ADALAH MENERANGKAN LAFAL INNA DAN KAWAN-KAWANNYA

يُنْصَبُ الْاِسْـمَ ثُمَّ يُرْفَعُ الْخَـبَرْ ﴿ ﴾ بِـسِتَّـةِ الْاَحْرُفِ كُـنْتَ تُـعْتَبَرْ
اِنَّ وَاَنَّ وَكَاَنَّ لَـيْتَ ﴿ ﴾ لَعَلَّ لٰـكِـنَّ كَذَا اَتَـيْـتَ

Isimnya dibaca nashob, kemudian khobarnya di rofa’ dengan 6 huruf, yaitu lafal اِنَّ، اَنَّ، كَاَنَّ، لَـيْتَ، لَعَلَّ dan لٰـكِـنَّ demikian kamu mendatanginya, niscaya kamu menjadi orang yang diperhitungkan.

Artinya : Bila ada mubtada khobar kemasukan lafal اِنَّ atau salah satu dari kawan-kawannya, maka mubtada itu wajib dibaca nashob untuk menjadi isimnya, dan khobar tersebut wajib dibaca rofa’ untuk menjadi khobarnya.
Beramalnya/ aturannya اِنَّ وَ اَخَوَاتِهَا adalah تَنْصِبُ الْاِسْـمَ وَ تَرْفَعُ الْخَـبَرْ yaitu Menashobkan isim dan merofa'kan khobar.

Seperti contoh-contoh berikut (geser tabel ke kanan/kiri di HP):

No Amil Makna Contoh KHOBAR ISIM setelah اِنَّ dkk
1 اِنَّ تَوْكِيْد اِنَّ اللهَ غَفُـوْرٌ رَحِيْمٌ غَفُـوْرٌ رَحِيْمٌ اللهَ
sesungguhnya menguatkan Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang rofa' (dlommah) nashob (fathah)
2 اَنَّ تَوْكِيْد وَاعْلَمُوْا أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ شَدِيدُ اللهَ
sesungguhnya (setelah kalam) menguatkan Dan ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya rofa' (dlommah) nashob (fathah)
3 كَاَنَّ تَشْبِيْه كَاَنَّ خَالِدًا أَسَدٌ أَسَدٌ خَالِدًا
seakan-akan, seperti menyerupakan, menyangkakan sesungguhnya Khalid laksana singa rofa' (dlommah) nashob (fathah)
4 لَـيْتَ تَمَـــنِّى لَيْتَ الشَّبَابَ عَائِدٌ عَائِدٌ الشَّبَابَ
mudah-mudahan, seandainya mengharapkan yang tidak mungkin dicapai Seandainya usia muda bisa kembali rofa' (dlommah) nashob (fathah)
5 لَعَلَّ تَرَجِي لَعَلَّ اللهَ يَرْحَمُنَا يَرْحَمُنَا اللهَ
mudah-mudahan, semoga, barangkali mengharapkan sesuatu yang dekat / mudah didapat Semoga Allah merahmati kita rofa' (mim dlommah) nashob (fathah)
6 لٰـكِـنَّ إِسْتِدْرَاك وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى ٱلنَّاسِ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَشْكُرُونَ لَا يَشْكُرُونَ أَكْثَرَهُمْ
tetapi menetapkan setelahnya dan menganulir pernyataan sebelumnya. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai kurnia yang besar, tetapi kebanyakan mereka tidak bersyukur rofa' (wawu dan nun) nashob (ro fathah)

النَّوْعُ الثَّالِثُ اَىْ فِي مَا وَ لَا

JENIS KETIGA ADALAH MENERANGKAN LAFAL MAA, LAA, IN DAN LAFAL LAATA

حَرْفَانِ تَرْفَعَانِ الْاِسْمَ الْخَبَرْ ﴿ ﴾ اِنْصِبْ هُمَا مَالَا وَكُـنْ مِمَّنْ صَبَرْ
هٰذَا اِذَا رَاَيْتَ مَا بِدُوْنِ اِنْ ﴿ ﴾ مَعَ بَقَا النَّـفْيِ وَتَرْتِيْبِ عُلِنْ
وَهٰكَـذَا اِنْ ثُمَّ لَاَتَ فِى الْعَمَلْ ﴿ ﴾ وَحَذْفُ مَرْفُوْعٍ فَشَاوَالضِّدُّ قُلْ

Lafal مَا dan lafal لَا adalah dua huruf yang merofa’akan isimnya dan nashobkanlah khobar dengan keduanya, maka anda termasuk orang yang sabar. Demikianlah apabila kamu melihat lafal مَا tidak dengan lafal اِنْ beserta tetap nafinya dan susunannya diketahui berurutan, demikian juga lafal اِنْ, lafal لَاتَ di dalam beramal mengenai membuang lafal yang dirofa'kan oleh lafal لَاتَ adalah sangat terkenal dan sebaliknya itu adalah sangat sedikit.

Artinya : Lafal مَا, lafal لَا, lafal اِنْ, dan lafal لَاتَ adalah dapat beramal تَرْفَعُ الْاِسْـمَ وَ تَنْصِبُ الْخَـبَرْ (merofa'kan mubtada untuk menjadi isimnya, menashobkan khobar mubtada untuk menjadi khobarnya) dengan 3 syarat:

  1. Tidak kemasukan lafal اِنْ zaidah ( اِنْ tambahan )
  2. Tidak beriringan dengan lafal اِلَّا ISTITSNAIYAH (yang mengandung arti terkecuali)
  3. Berurutan isimnya harus didahulukan mengakhirkan khobarnya,

Seperti contoh-contoh berikut (geser tabel ke kanan/kiri di HP):

No Amil Makna Contoh KHOBAR ISIM / MUBTADA
1 مَا حَرْفُ نَـفِى مَا عَالِمٌ مُهَانًا مُهَانًا عَالِمٌ
tidak ada, tiada meniadakan Tiada orang pandai yang hina nashob (fathah) rofa' (dlommah)
2 لَا حَرْفُ نَـفِى لَا جَاهِلٌ مُكْرَمًا مُكْرَمًا جَاهِلٌ
tidak ada, tiada meniadakan Tiada orang bodoh yang dimuliakan nashob (fathah) rofa' (dlommah)
3 اِنْ حَرْفُ نَـفِى اِنْ زَيْدٌ مُهْمِلًا مُهْمِلًا زَيْدٌ
bukan meniadakan Zaid bukan penganggur nashob (fathah) rofa' (dlommah)
4 مَا حَرْفُ نَـفِى ﻣَﺎ ﻫٰـﺬَﺍ ﺑَﺸَﺮًﺍ بَشَرًا هٰذَا
bukanlah meniadakan bukanlah orang biasa nashob (fathah) rofa' (bentuk tetap)
5 لَاتَ حَرْفُ نَـفِى لَاتَ حِيْنَ مَنَاصٍ
tidak ada, tiada meniadakan Tiada waktu untuk menghindar

لَاتَ dapat beramal seperti amal لَيْسَ dengan syarat, hendaklah isim dan khabarnya dengan lafal حِيْنٍ. Isim dan khabarnya dibuang ( tidak disebut ) dan kebanyakan membuang isim.

CATATAN TAMBAHAN
Lafal ﻣَﺎ yang tidak beramal

  1. Apabila (sesudah lafal ﻣَﺎ) disertai huruf اِنْ (tambahan), maka amalnya batal, seperti dalam contoh : ﻣَﺎ ﺍِﻥْ ﻗَﺎﺋِﻢٌ ﺯَﻳْﺪٌ = tiadalah Zaid berdiri
  2. Bila khabarnya disertai lafal اِلَّا, seperti dalam contoh : ﻭَﻣَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٌ ﺍِﻻَّﺭَﺳُﻮْﻝٌ = Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul. (QS. Ali Imran: 144)
  3. Jika khabar mendahului isim, seperti contoh : ﻣَﺎ ﻗَﺎﺋِﻢٌ ﺯَﻳْﺪٌ = Zaid bukanlah orang berdiri.
  4. Atau ma’mul khabar mendahului isim yang bukan dalam keadaan berbentuk zharaf atau jar-majrur, seperti dalam contoh : ﻣَﺎﻃَﻌﺎَﻣَﻚ ﺯَﻳْﺪٌ ﺍَﻛِﻞٌ = Zaid tiada memakan makananmu

النَّوْعُ الرَّابِعُ اَىْ فِي حُرُوْفِ النِّدَاءِ وَالْمَعِيَّةِ وَالْاِسْتِثْنَائِيَّةِ

JENIS KEEMPAT ADALAH MENERANGKAN HURUF NIDA, HURUF MA’IYAH DAN HURUF ISTISNA’ IYAH

اَلْاِسْمُ يُنْصَبُ بِسَبْعِ الْاَحْرُفِ ﴿ ﴾ اَيٰا هَيَا وَيَا وَأَى وَوٍ قِفِ
كَذَالِكَ اِلَّا ثُمَّ هَمْزٌ قُصِرَا ﴿ ﴾ اَوْ مُدَّ فَافْهَمْ صَافِيًا ذُكِـرَا

Kalimah Isim adalah dinasobkan dengan 7 huruf yaitu lafal اَيٰا، هَيَا، يَا، أَى (wahai) dan huruf وَاوُ (beserta) قِفْ (berhentilah) begitu juga lafal اِلَّا (terkecuali) kemudian HAMZAH yang dibaca pendek atau dibaca panjang, pahamilah keterangan yang sudah disebutkan dalam kondisi Anda membersihkan hati.

Artinya kalimat Isim jika kemasukan huruf nida, seperti lafal اَيٰا، هَيَا، يَا، أَى maka wajib dibaca nashob, begitu juga kalimat Isim yang kemasukan وَاوُ huruf Ma’iyah atau lafal اِلَّا Istisna’iyyah.
Amalan/ aturan huruf nida, ma'iyyah dan istisna adalah تَنْصِبُ الْاِسْـمَ (menashobkan isim)

Seperti contoh-contoh berikut ini :

No Amil Nama Ma'mulnya Contoh
1 اَيَا حُرُوفُ الْنِّدَاءِ مُنَـادٰى اَيَا عَبْدَ اللهِ
hai, wahai Wahai Abdullah
2 هَيَا هيا نَاسِيًا نِعْمَةَ اللهِ
hai, wahai Wahai orang yang lupa pada nikmat Allah
3 يَا يَا رَسُوْلَ اللهِ
hai, wahai Wahai utusan Allah
4 أَى أَى عِبَادَ اللهِ
hai, wahai Wahai hamba-hamba Allah
5 أَ / آٰ أَ / آٰ رَجُلًا خُذْ بِيَدِيْ
hai, wahai Wahai laki-laki peganglah tanganku ini
6 وَ مَعِيَّةِ مَفْعُوْل مَعَه اَسِرْتَ وَالنَّهَارَ
beserta, bersama Apakah kamu berjalan malam beserta siang
7 اِلَّا اِسْتِثْنَاء مُسْتَثْنٰى نَالَ التَّلَامِيْذُ اِلَّا غَائِبًا
kecuali, melainkan, selain Semua murid berhasil kecuali yang tidak hadir

اَلنَّوْعُ الْخَامِسُ : اَىْ فِي حُرُوْفِ النَّصْبِ الَّتِى تَنْصِبُ الْمُضَارِعَ

JENIS YANG KELIMA ADALAH MENERANGKAN HURUF YANG MENASHOBKAN FI'IL MUDLORI’

فَانْصِبْ مُضَارِعًا بِاَنْ وَلَنْ وَكَىْ ﴿ ﴾ كَذا اِذَنْ وَقَدْ تُزَادُ لَامُ كَىْ

Bacalah nashob pada fi'il mudhori’ sebab kemasukan اَنْ، لَنْ، كَىْ begitu juga lafal اِذَنْ dan لَامُ كَىْ pun ikut ditambahkan.

Artinya bila ada fi'il mudhori’ kemasukan lafal اَنْ، لَنْ، كَىْ، اِذَنْ dan لَامُ كَىْ maka wajib dibaca nashob seperti contoh-contoh berikut :

No. Amil Nama Amalannya Contoh
1 اَنْ حَرْفُ نَصْبٍ وَمَصْدَرٍ Menashobkan Fi'il Mudhori' وأَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَكُمْ
bahwa Huruf nashob dan Mashdar dari fi'il setelahnya dan berpuasa lebih baik bagi kalian
2 لَنْ حَرْفُ نَفْيٍ وَاسْتِقْبَالٍ لَنْ يَقُوْمَ زَيْدٌ
Tidak akan Huruf Nafi (tidak ) dan masa yang akan datang Zaid tidak akan berdiri
3 كَىْ حَرْفُ تَعْلِيْلٍ وَجَرٍّ جِئْتُ كَيْ اَتَعَلَّمَ
supaya, agar huruf ta'lil (alasan) Aku datang supaya bisa belajar
4 اِذَنْ حَرْفُ جَوَابٍ وَجَزَاءٍ زُرْتُكَ فَتَقُوْلُ اِذَنْ اُكْرِمَكَ
kalau begitu Huruf Jawab Aku datang kerumahmu, maka Anda mengucapkan kalau begitu aku memuliakan kamu
5 لَامُ كَىْ / لِكَىْ اللام حَرْفُ تَعْلِيْلٍ وَجَرٍّ دَرَسْتُ لِكَيْ اَفْهَمَ
untuk, supaya, agar huruf ta'lil (alasan/ tujuan) Aku belajar supaya aku paham

اَلنَّوْعُ السَّادِسُ : اَىْ فِي حُرُوْفِ الجَزْمِ الَّتِى تَجْزِمُ الْمُضَارِعَ وَالْمُضَارِعَيْنِ

JENIS YANG KEENAM ADALAH MENERANGKAN HURUF JAZEM, YAITU HURUF YANG MENJAZEMKAN SATU FI'IL MUDLORI’ ATAU DUA FI'IL MUDLORI’

وَيُجْزَمُ الْفِعْلُ الْمُضَارِعُ بِاِنْ ﴿ ﴾ وَلَمْ وَلَمَّا لاَمِ اَمْرٍ فَزُكِنْ
وَلاَ الَّتِى قَدْ عُرِفَتْ فِي النَّهْيِ ﴿ ﴾ نَحْوُ فَلاَ تَعْمَلْ وَلاَ تَسْتَحْيِ

Fi'il mudhori’ dijazemkan dengan lafal اِنْ (jika), لَمْ (tidak), لَمَّا (belum), لَام اَمْر (lam perintah) yang telah dimengerti. Dan لَا yang telah diketahui untuk larangan (nahi), seumpama lafal فَلاَ تَعْمَلْ (maka janganlah kamu bekerja) وَلاَ تَسْتَحْيِ (dan janganlah kamu malu).

Artinya: Jenis ke-6 dari Awamil Lafdziyah Sama'iyyah adalah 5 huruf yang beramal menjazemkan Fi'il Mudhori'. Yaitu: (1) اِنْ yang menjazemkan dua fi'il mudhori', kemudian (2) لَمْ, (3) لَمَّا, (4) لَامُ الْاَمْرِ, dan (5) لَا النَّهْيِ yang beramal menjazemkan satu fi'il mudhori'.
Berikut adalah tabel penjabarannya:

No. Amil Makna Amalannya Contoh
1 اِنْ لَمُوْن / جِكَا تَجْزِمُ الْفِعْلَيْنِ الْمُضَارِعَيْنِ
(Menjazemkan dua fi'il mudhori')
اِنْ تَزُرْنِيْ اُكْرِمْكَ
إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ
Jika / Jikalau Syarat dan Jawab (Jika... maka...) Jika kamu mengunjungiku, niscaya aku memuliakanmu.
Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu.
2 لَمْ اَوْرَا / تِدَاكْ تَجْزِمُ الْفِعْلَ الْمُضَارِعَ
(Menjazemkan satu fi'il mudhori')
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ
Tidak / Belum Menafikan perbuatan di masa lalu Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
3 لَمَّا اَوْرَا / بَلُوْم لَمَّا يَذُوْقُوْا عَذَابِ
Belum Menafikan perbuatan (masih berlanjut) Mereka belum merasakan azab-Ku.
4 لَامُ الْاَمْرِ سُوْفَيَا / هَنْدَكْلَاه لِيُنْفِقْ ذُوْ سَعَةٍ مِّنْ سَعَتِهِ
Hendaklah / Biarlah Perintah untuk orang ketiga/ghaib Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya.
5 لَا النَّهْيِ اَجَا / جَانْغَان لَا تُشْرِكْ بِاللهِ
Jangan / Janganlah Larangan melakukan sesuatu Janganlah kamu mempersekutukan Allah.

اَلنَّوْعُ السَّابِعُ : اَىْ فِى اَسْمَاءِ الشَّرْطِ الَّتِى تَجْزِمُ الْمُضَارِعَيْنِ

JENIS YANG KETUJUH ADALAH MENERANGKAN ISIM-ISIM SYARAT YANG MENJAZEMKAN DUA FI'IL MUDLORI’

بِتِسْعَةِ الْاَسْمَاءِ فِعْلَانِ جُزِمْ ﴿ ﴾ اَعْنَى الْمُضَارِعَيْنِ فَاتَّبِعْ مَا رُسِمْ
فَمَنْ وَمَا أَيٌّ مَتَى وَمَهْمَا ﴿ ﴾ أَيْنَ وَأَنَّى حَيْثُمَا وَإِذْمَا

Dua fi'il dijazemkan dengan sembilan isim, yang kumaksud adalah dua fi'il mudhori', maka ikutilah apa yang telah digariskan. Yaitu lafal مَنْ (barangsiapa), مَا (apa saja), أَيٌّ (yang mana saja), مَتَى (kapan saja), dan مَهْمَا (apapun), serta أَيْنَ (di mana saja), أَنَّى (di mana saja/bagaimana), حَيْثُمَا (sekiranya/di mana saja), dan إِذْمَا (jika).

Artinya: Jenis ke-7 dari Awamil Lafdziyah Sama'iyyah adalah 9 Isim yang beramal menjazemkan dua fi'il mudhori'. Fi'il yang pertama berkedudukan sebagai Syarat, dan fi'il yang kedua sebagai Jawab (balasan dari syarat tersebut).
Berikut adalah tabel penjabarannya:

No. Amil Makna Amalannya Contoh
1 مَنْ سَفَا وُوْغَيْ تَجْزِمُ فِعْلَيْنِ مُضَارِعَيْنِ
(Menjazemkan dua fi'il mudhori')

اَلْاَوَّلُ شَرْطٌ
وَالثَّانِيْ جَوَابٌ وَجَزَاءٌ

(Yang pertama sbg syarat, yang kedua sbg jawab/balasan)
مَنْ يَعْمَلْ سُوْءًا يُجْزَ بِهِ
Siapa saja / Barangsiapa Barangsiapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas dengan kejahatan itu.
2 مَا اَفَا بَائَيْ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللّٰهُ
Apa saja Dan apa saja kebaikan yang kamu perbuat, niscaya Allah mengetahuinya.
3 أَيٌّ اِنْدِي٢ أَيًّا مَّا تَدْعُوْا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ
Yang mana saja Dengan sebutan yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al-asmaaul husna.
4 مَتَى كَفَانْ مَتَى يَأْتِهِ تَعْشُ اِلَى ضَوْءِ نَارِهِ
تَجِدْ خَيْرَ نَارٍ عِنْدَهَا خَيْرُ مَوْقِدِ
Kapan saja / Kapanpun Kapanpun kamu datang kepadanya di waktu malam menuju cahaya apinya, kamu akan mendapati api yang paling baik di sisi penyala api yang paling baik pula.
5 مَهْمَا سَمُوْبَارَانْغ / اَفَا مَهْمَا تَأْتِنَا بِهِ مِنْ اٰيَةٍ لِّتَسْحَرَنَا بِهَا فَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِيْنَ
Apapun / Bagaimanapun Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami, kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu.
6 أَيْنَ اِغْ دَالَمْ اِنْدِي مَغْكُوْن اَيْنَمَا تَكُوْنُوْا يُدْرِكْكُّمُ الْمَوْتُ
Di mana saja Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu.
7 أَنَّى اِغْ دَالَمْ اِنْدِي مَغْكُوْن خَلِيْلَيَّ أَنَّى تَأْتِيَانِي تَأْتِيَا
أَخًا غَيْرَ مَا يُرْضِيْكُمَا لاَ يُحَاوِلُ
Di mana saja / Dari mana saja Wahai kedua sahabatku, dari mana saja kalian datang kepadaku, kalian berdua mendatangi saudara yang tidak akan melakukan hal yang tidak kalian sukai.
8 حَيْثُمَا اِغْ دَالَمْ اِنْدِي مَغْكُوْن حَيْثُمَا تَسْتَقِمْ يُقَدِّرْ لَكَ اللّٰهُ
نَجَاحًا فِي غَابِرِ الْاَزْمَانِ
Di mana saja / Sekiranya Di mana saja kamu beristiqamah, niscaya Allah akan menakdirkan kesuksesan untukmu di sisa-sisa zaman.
9 إِذْمَا يَيْن / لَامُوْن وَإِنَّكَ إِذْمَا تَأْتِ مَا أَنْتَ آمِرٌ
بِهِ تُلْفِ مَنْ إِيَّاهُ تَأْمُرُ آتِيَا
Jika / Jikalau Dan sesungguhnya engkau, jika engkau mendatangkan apa yang engkau perintahkan, engkau akan mendapati orang yang engkau perintah itu juga mendatangkannya.

النَّوْعُ الثَّامِنُ اَىْ فِي اَسْمَاءِ الْكِنَايَةِ وَالْعَدَدِ

JENIS KEDELAPAN ADALAH MENERANGKAN ISIM-ISIM KINAYAH DAN BILANGAN ('ADAD)

كَذَا كَأَيِّنْ كَمْ وَاِحْدَى عَشْرَةَ ﴿ ﴾ فَتَنْصِبُ الْاَسْمَاءَ وَهْيَ نَكِرَةٌ

Lafal كَذَا (sekian), كَأَيِّنْ (berapa banyak), كَمْ (berapa banyak), dan اِحْدَى عَشْرَةَ (sebelas sampai sembilan puluh sembilan) menashobkan isim-isim, dan isim tersebut dalam keadaan nakiroh (sebagai tamyiz).

Artinya: Jenis ke-8 dari Awamil Lafdziyah Sama'iyyah adalah 4 isim yang beramal menashobkan isim nakiroh untuk menjadi Tamyiz (penjelas penegas jumlah). Keempat amil tersebut adalah: (1) كَذَا, (2) كَأَيِّنْ, (3) كَمْ, dan (4) Isim 'Adad (bilangan) mulai dari اِحْدَى عَشْرَةَ (sebelas) hingga تِسْعَةً وَتِسْعِيْنَ (sembilan puluh sembilan).
Berikut adalah tabel penjabarannya:

No. Amil Nama Makna Amalannya Contoh
1 كَذَا اِسْمُ كِنَايَةٍ سَامَيْنَي تَـنْصِبُ الْاِسْمَ النَّكِرَةَ عَلَى التَّمْيِيْزِ
(Menashobkan isim nakiroh sebagai Tamyiz)
مَلَكْتُ كَذَا كَذَا كِتَابًا
Sekian Isim Kinayah Sekian Saya memiliki sekian-sekian banyak buku.
2 كَأَيِّنْ اِسْمُ كِنَايَةٍ فِيرَاعْ ٢ أَطْرُدُ الْيَأْسَ بِالرَّجَاءِ فَكَأَيِّنْ ۞ اٰلِـمًا حُمَّ يُسْرُهُ بَعْدَ عُسْرٍ
Berapa banyak Isim Kinayah Berapa banyak Aku mengusir keputusasaan dengan harapan, maka betapa banyak hal menyakitkan yang kemudahannya ditetapkan setelah kesulitan.
3 كَمْ اِسْمُ كِنَايَةٍ فِيرَاعْ ٢ كَمْ فَلْسًا أَنْفَقْتَ
Berapa banyak Isim Kinayah Berapa banyak Berapa banyak uang yang telah engkau infakkan?
4 اِحْدَى عَشْرَةَ اِسْمُ عَدَدٍ سَوَلَاس
(اِلَى ٩٩)
رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا
فَانْفَجَرَتْ مِنْهُ اثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا
Sebelas (sampai 99) Isim 'Adad Sebelas (sampai 99) Aku melihat sebelas bintang (QS. Yusuf: 4).
Maka memancarlah daripadanya dua belas mata air (QS. Al-Baqarah: 60).


CONTOH PENGGUNAAN ISIM 'ADAD (BILANGAN) BESERTA BENDA YANG DIHITUNG (MA'DUD)

Untuk memudahkan pemahaman tentang kapan suatu benda dibaca Tamyiz (Nakiroh Manshub), berikut adalah contoh pola hitungan dari angka 1 hingga 100 menggunakan kata "Kitab/Buku" (كِتَاب). Perhatikan bahwa hukum Tamyiz (benda dibaca Fathah tunggal/Manshub) berlaku pada angka 11 sampai 99. Sedangkan pada angka 100, benda kembali dibaca Kasroh (Mufrad Majrur).

No Rentang Angka Bahasa Arab Terjemahan
1 1 - 10

(Benda menyesuaikan,
angka 3-10 benda dijamakkan dan dibaca Majrur)
1 عِنْدِي كِتَابٌ وَاحِدٌ Saya memiliki 1 kitab
2 2 عِنْدِي كِتَابَانِ اثْنَانِ Saya memiliki 2 kitab
3 3 عِنْدِي ثَلَاثَةُ كُتُبٍ Saya memiliki 3 kitab
4 4 عِنْدِي أَرْبَعَةُ كُتُبٍ Saya memiliki 4 kitab
5 5 عِنْدِي خَمْسَةُ كُتُبٍ Saya memiliki 5 kitab
6 6 عِنْدِي سِتَّةُ كُتُبٍ Saya memiliki 6 kitab
7 7 عِنْدِي سَبْعَةُ كُتُبٍ Saya memiliki 7 kitab
8 8 عِنْدِي ثَمَانِيَةُ كُتُبٍ Saya memiliki 8 kitab
9 9 عِنْدِي تِسْعَةُ كُتُبٍ Saya memiliki 9 kitab
10 10 عِنْدِي عَشَرَةُ كُتُبٍ Saya memiliki 10 kitab
11 11 - 13

(Benda menjadi Mufrad Manshub / Tamyiz)
11 عِنْدِي أَحَدَ عَشَرَ كِتَابًا Saya memiliki 11 kitab
12 12 عِنْدِي اثْنَا عَشَرَ كِتَابًا Saya memiliki 12 kitab
13 13 عِنْدِي ثَلَاثَةَ عَشَرَ كِتَابًا Saya memiliki 13 kitab
14 21 - 23

(Benda menjadi Mufrad Manshub / Tamyiz)
21 عِنْدِي وَاحِدٌ وَعِشْرُوْنَ كِتَابًا Saya memiliki 21 kitab
15 22 عِنْدِي اِثْنَانِ وَعِشْرُوْنَ كِتَابًا Saya memiliki 22 kitab
16 23 عِنْدِي ثَلَاثَةٌ وَعِشْرُوْنَ كِتَابًا Saya memiliki 23 kitab
17 81 - 83

(Benda menjadi Mufrad Manshub / Tamyiz)
81 عِنْدِي وَاحِدٌ وَثَمَانُوْنَ كِتَابًا Saya memiliki 81 kitab
18 82 عِنْدِي اِثْنَانِ وَثَمَانُوْنَ كِتَابًا Saya memiliki 82 kitab
19 83 عِنْدِي ثَلَاثَةٌ وَثَمَانُوْنَ كِتَابًا Saya memiliki 83 kitab
20 91 - 99

(Benda menjadi Mufrad Manshub / Tamyiz)
91 عِنْدِي وَاحِدٌ وَتِسْعُوْنَ كِتَابًا Saya memiliki 91 kitab
21 92 عِنْدِي اِثْنَانِ وَتِسْعُوْنَ كِتَابًا Saya memiliki 92 kitab
22 93 عِنْدِي ثَلَاثَةٌ وَتِسْعُوْنَ كِتَابًا Saya memiliki 93 kitab
23 94 عِنْدِي أَرْبَعَةٌ وَتِسْعُوْنَ كِتَابًا Saya memiliki 94 kitab
24 95 عِنْدِي خَمْسَةٌ وَتِسْعُوْنَ كِتَابًا Saya memiliki 95 kitab
25 96 عِنْدِي سِتَّةٌ وَتِسْعُوْنَ كِتَابًا Saya memiliki 96 kitab
26 97 عِنْدِي سَبْعَةٌ وَتِسْعُوْنَ كِتَابًا Saya memiliki 97 kitab
27 98 عِنْدِي ثَمَانِيَةٌ وَتِسْعُوْنَ كِتَابًا Saya memiliki 98 kitab
28 99 عِنْدِي تِسْعَةٌ وَتِسْعُوْنَ كِتَابًا Saya memiliki 99 kitab
29 100

(Benda kembali menjadi Mufrad Majrur / Kasroh)
100 عِنْدِي مِائَةُ كِتَابٍ Saya memiliki 100 kitab

النَّوْعُ التَّاسِعُ اَىْ فِى اَسْمَاءِ الْاَفْعَالِ

JENIS KESEMBILAN ADALAH MENERANGKAN ISIM-ISIM FI'IL

فَانْصِبْ بِبَلْهَ وَرُوَيْدَ دُوْنَكَ ﴿ ﴾ عَلَيْكَ هَاكَ حَيَّهَلْ صَاحِبَكَ
وَارْفَعْ بِهَيْهَاتَ كَذَا شَتَّانَا ﴿ ﴾ فَكُنْ حَفِيْظًا هٰكَذَا سُرْعَانَا

Maka nashobkanlah sahabatmu (tanda maf'ul bih) dengan lafal بَلْهَ (tinggalkan), رُوَيْدَ (berilah tempo), دُوْنَكَ (ambillah), عَلَيْكَ (tetaplah/lazimilah), هَاكَ (ambillah), dan حَيَّهَلْ (kemarilah/menghadaplah). Dan rofa'kanlah (sebagai fa'il) dengan lafal هَيْهَاتَ (alangkah jauhnya), begitu juga شَتَّانَا (alangkah bedanya), maka jadilah kamu orang yang menghafal, dan begitu juga lafal سُرْعَانَا (alangkah cepatnya).

Artinya: Jenis ke-9 dari Awamil Lafdziyah Sama'iyyah adalah 9 amil berupa Isim Fi'il (kalimah isim yang memiliki makna dan amal seperti fi'il). Isim Fi'il ini dibagi menjadi dua bagian:
1. Isim Fi'il Amar (ada 6 amil): Beramal menashobkan isim di depannya karena berkedudukan sebagai Maf'ul Bih (objek).
2. Isim Fi'il Madhi (ada 3 amil): Beramal merofa'kan isim di depannya karena berkedudukan sebagai Fa'il (subjek).
Berikut adalah tabel hafalan dan penjabarannya:

No. Amil Nama / Jenis Makna Amalannya Contoh
1 بَلْهَ أَسْمَاءُ أَفْعَالِ الْأَمْرِ
(Isim Fi'il Amar / Perintah)
اُتْرُكْ / تِغْكَالْ تَنْصِبُ الْاِسْمَ عَلَى اَنَّهُ مَفْعُوْلٌ بِهِ
(Menashobkan Isim sebagai Maf'ul Bih/Objek)
يَا زَيْدُ بَلْهَ شَرًّا
Tinggalkanlah Wahai Zaid, tinggalkanlah keburukan.
2 رُوَيْدَ أَمْهِلْ / اَغَنْ تِيْنُوْ رُوَيْدَ الظَّالِمَ
Berilah tempo Berilah tempo kepada orang zalim itu.
3 عَلَيْكَ اِلْزَمْ / نَتَفَانَا عَلَيْكَ الْأَخْلَاقَ الْجَمِيْلَةَ
Tetaplah / Wajib atasmu Tetaplah engkau pada akhlak yang indah.
4 دُوْنَكَ خُذْ / غَالَفَا دُوْنَكَ عِلْمًا نَافِعًا
Ambillah Ambillah ilmu yang bermanfaat.
5 هَاكَ خُذْ / غَالَفَا هَاكَ الْعَوَامِلَ
Ambillah Ambillah awamil ini.
6 حَيَّهَلْ أَقْبِلْ / مَادَفَا حَيَّهَلْ التَّعَلُّمَ
Menghadaplah / Kemarilah Kemarilah untuk belajar.
7 هَيْهَاتَ أَسْمَاءُ أَفْعَالِ الْمَاضِيَةِ
(Isim Fi'il Madhi / Lampau)
بَعُدَ / اَدُوْه تَرْفَعُ الْاِسْمَ عَلَى اَنَّهُ فَاعِلٌ
(Merofa'kan Isim sebagai Fa'il/Subjek)
هَيْهَاتَ الْعَتِيْقُ
Jauh / Alangkah jauhnya Jauh sekali yang usang/tua itu.
8 شَتَّانَ اِفْتَرَقَ / فِيْسَهْ شَتَّانَ عَالِمٌ وَجَاهِلٌ
Berpisah / Sangat berbeda Sangat berbeda antara orang alim dan orang bodoh.
9 سُرْعَانَ سَرُعَ / كَنْجَاعْ سُرْعَانَ الْخَيْرُ نَفْعًا
Cepat / Alangkah cepatnya Alangkah cepatnya kebaikan itu kemanfaatannya.

النَّوْعُ الْعَاشِرُ اَىْ فِى اَفْعَالِ النَّوَاسِخِ لِلْاِبْتِدَاءِ

JENIS KESEPULUH ADALAH MENERANGKAN FI'IL-FI'IL NAWASIKH (YANG MERUSAK MUBTADA') / FI'IL NAQISHOH

وَارْفَعْ بِكَانَ الْاِسْمَ وَانْصِبِ الْخَبَرْ ﴿ ﴾ أَصْبَحَ نَحْوُ صَارَ زَيْدٌ ذَا بَصَرْ
أَمْسَى وَأَضْحَى ظَلَّ بَاتَ مَا بَرِحْ ﴿ ﴾ مَا زَالَ مَا فَتِئَ وَهْيَ تَتَّضِحْ
مَا انْفَكَّ مَا دَامَ كَذَا وَلَيْسَ ﴿ ﴾ بِكُلِّ مَا صَرَّفْتَهُ لَا تَنْسَى

Maka rofa'kanlah isim dengan lafal كَانَ (ada) dan nashobkanlah khobarnya, serta lafal أَصْبَحَ (waktu pagi), seumpama صَارَ زَيْدٌ ذَا بَصَرْ (Zaid telah menjadi orang yang memiliki penglihatan). Lafal أَمْسَى (waktu sore), أَضْحَى (waktu dhuha), ظَلَّ (waktu siang), بَاتَ (waktu malam), مَا بَرِحَ (senantiasa), مَا زَالَ (senantiasa), dan مَا فَتِئَ (senantiasa), dan kesemuanya ini menjadi jelas. Lafal مَا انْفَكَّ (senantiasa), مَا دَامَ (selama), begitu juga لَيْسَ (tidak/bukan). Dengan semua (bentuk) fi'il yang telah engkau tashrif (ubah) darinya, maka janganlah engkau lupakan.

Artinya: Jenis ke-10 dari Awamil Lafdziyah Sama'iyyah adalah Fi'il Nawasikh Lil Ibtida' (Fi'il yang merusak susunan asli Mubtada' dan Khobar) atau sering disebut Af'al Naqishoh (Fi'il yang kurang/membutuhkan khobar). Keseluruhan amil ini lazim kita sebut sebagai bab Kaana wa Akhawatuha. Jumlahnya ada 13 amil.
Amalan fi'il-fi'il ini adalah تَرْفَعُ الْاِسْمَ وَتَنْصِبُ الْخَبَرَ (Merofa'kan isimnya yang asalnya adalah Mubtada', dan menashobkan khobarnya yang asalnya adalah Khobar Mubtada').
Berikut adalah tabel penjabaran 13 Amil tersebut:

No. Amil Nama / Kategori Makna Amalannya Contoh Kalimat
1 كَانَ أَفْعَالُ نَوَاسِخِ الْاِبْتِدَاءِ /
أَفْعَالُ نَاقِصَةٌ

(Fi'il Nawasikh / Fi'il Naqishoh)
اَنَا / أَدَا تَرْفَعُ الْاِسْمَ وَتَنْصِبُ الْخَبَرَ
(Merofa'kan isim dan menashobkan khobar)
وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا
Ada / Adalah / Terbukti Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
2 أَصْبَحَ اَيْسُوْء٢ / وَقْتُ فَاجِي فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
Masuk waktu pagi Maka jadilah kamu karena nikmat-Nya orang-orang yang bersaudara.
3 صَارَ دَادِي / مَنْجَادِي صَارَ الطِّيْنُ خَزَفًا
Menjadi Tanah liat itu menjadi tembikar/kendi.
4 أَمْسَى سُوْرَيْ٢ / وَقْتُ سُورَيْ أَمْسَى زَيْدٌ مُصَلِّيًا
Masuk waktu sore Zaid pada waktu sore sedang sholat.
5 أَضْحَى مَانْجِعْ وَقْتُ ضُحَى أَضْحَى الْفَقِيْهُ مُدَرِّسًا
Masuk waktu dhuha / siang Orang faqih itu pada waktu dhuha menjadi pengajar.
6 ظَلَّ سَأَوَان٢ / وَقْتُ سِيَانْغ فَظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا
Pada waktu siang / Terus menerus Maka jadilah wajahnya hitam muram.
7 بَاتَ سَاوَنْغِي / وَقْتُ مَلَام بَاتَ مُحَمَّدٌ مُعْتَكِفًا
Masuk waktu malam Muhammad pada waktu malam beri'tikaf.
8 مَابَرِحَ اَوْرَا لِيغْسِيْر / سَنَانْتِيَاسَا مَا بَرِحَ الْجَاهِلُ مُضِرًّا
Senantiasa (Tidak hilang) Orang bodoh itu senantiasa membahayakan.
9 مَازَالَ اَوْرَا كِيغْسِيْر / سَنَانْتِيَاسَا مَا زَالَ اللّٰهُ مُحْسِنًا
Senantiasa (Tidak gingsir) Allah senantiasa berbuat baik.
10 مَا فَتِئَ اَوْرَا فُضُوْت / سَنَانْتِيَاسَا مَا فَتِئَ الْعِلْمُ نَافِعًا
Senantiasa (Tidak putus) Ilmu itu senantiasa bermanfaat.
11 مَا انْفَكَّ اَوْرَا فِيسَاه / سَنَانْتِيَاسَا مَا انْفَكَّ الْعَقْلُ نَاصِرًا
Senantiasa (Tidak terpisah) Akal itu senantiasa menolong.
12 مَادَامَ سَلَاكِي لَانْغْكَعْ / سَلَامَا وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا
Selama / Selagi tetap Dan Dia memerintahkan kepadaku shalat dan zakat selama aku hidup.
13 لَيْسَ اَوْرَا أَنَا / تِدَاك لَيْسُوْا سَوَاءً
Tidak / Bukan Mereka tidak sama.

النَّوْعُ الْحَادِيَ عَشَرَ اَىْ فِى اَفْعَالِ الْمُقَارَبَةِ

JENIS KESEBELAS ADALAH MENERANGKAN FI'IL-FI'IL MUQOROBAH (YANG MENUNJUKKAN MAKNA HAMPIR / MENDEKATI)

وَبِعَسَى وَكَادَ أَوْشَكَ كَرَبْ ﴿ ﴾ يُرْفَعُ الْاِسْمُ يُنْصَبُ الْخَبَرُ هَبْ

Dan dengan lafal عَسَى (mudah-mudahan), كَادَ (hampir), أَوْشَكَ (hampir), dan كَرَبَ (hampir), dirofa'kanlah isim dan dinashobkanlah khobar, maka ketahuilah (ingat-ingatlah).

Artinya: Jenis ke-11 dari Awamil Lafdziyah Sama'iyyah adalah Af'alul Muqorobah. Termasuk ke dalam kelompok af'al nawasikh (merusak susunan mubtada dan khobar) yang amalnya sama dengan bab Kaana. Jumlahnya ada 4 amil.
Meskipun secara umum bab ini disebut Af'alul Muqorobah (fi'il yang bermakna hampir), di dalamnya terbagi menjadi dua sifat: Lafal عَسَى disebut Fi'il Raja' (bermakna harapan), sedangkan sisanya bermakna murni mendekati/hampir.
Berikut adalah tabel penjabarannya:

No. Amil Nama / Kategori Makna Amalannya Contoh Kalimat
1 عَسَى فِعْلُ الرَّجَاءِ
(Fi'il Harapan)
مَنَاوَا٢ /
مُدَاه-مُدَاهَان
تَرْفَعُ الْاِسْمَ وَتَنْصِبُ الْخَبَرَ
(Merofa'kan isim dan menashobkan khobar)
عَسَى الْكَرْبُ الَّذِيْ أَمْسَيْتُ فِيْهِ ۞ يَكُوْنُ وَرَاءَهُ فَرَجٌ قَرِيْبٌ
Mudah-mudahan / Semoga Mudah-mudahan kesulitan yang aku berada di dalamnya pada waktu sore, di baliknya ada jalan keluar yang dekat.
2 كَادَ أَفْعَالُ الْمُقَارَبَةِ
(Fi'il Kedekatan / Hampir)
فَارَكْ٢ /
هَامْفِيْر
وَمَا كَادُوْا يَفْعَلُوْنَ
Hampir / Nyaris Dan hampir saja mereka tidak melaksanakannya. (QS. Al-Baqarah: 71)
3 أَوْشَكَ مَيْه٢ /
هَامْفِيْر
وَمَنْ يَرْتَعْ حَوْلَ الْحِمَى يُوْشِكُ أَنْ يَقَعَ فِيْهِ
Hampir / Nyaris Barangsiapa menggembala di sekitar kawasan terlarang, maka hampir-hampir ia terjerumus ke dalamnya. (Al-Hadits)
4 كَرَبَ مَيْه٢ /
هَامْفِيْر
كَرَبَ الْقَلْبُ مِنْ جَوَاهُ يَذُوْبُ
Hampir / Nyaris Hampir saja hati ini luluh lantak karena kesedihannya.

النَّوْعُ الثَّانِيَ عَشَرَ اَىْ فِى اَفْعَالِ الْمَدْحِ وَالذَّمِّ

JENIS KEDUA BELAS ADALAH MENERANGKAN FI'IL-FI'IL UNTUK MEMUJI DAN MENCELA

وَارْفَعْ بِنِعْمَ بِئْسَ ذَا الْمَخْصُوْصَا ﴿ ﴾ مَدْحًا وَذَمًّا حَبَّذَا خُصُوْصَا
ثُمَّ اجْعَلَنْ مِثْلَ بِئْسَ سَاءَ ﴿ ﴾ فَاتَّبِعْ صَوَابِيْ نَسْأَلُ الدُّعَاءَ

Dan rofa'kanlah dengan lafal نِعْمَ dan بِئْسَ pada isim yang dikhususkan (sebagai fa'il), baik untuk memuji maupun mencela, dan lafal حَبَّذَا secara khusus (untuk memuji). Kemudian jadikanlah lafal سَاءَ itu seumpama lafal بِئْسَ (untuk mencela). Maka ikutilah kebenaranku, kami memohon doa.

Artinya: Jenis ke-12 dari Awamil Lafdziyah Sama'iyyah adalah Af'alul Madhi wad Dzam (Fi'il-fi'il yang digunakan untuk memuji dan mencela). Jumlahnya ada 4 amil.
Amalannya adalah merofa'kan isim sesudahnya (sebagai Fa'il) dan merofa'kan isim yang dikhususkan dengan pujian atau celaan (Makhshush bil Madhi/Dzam).
Berikut adalah tabel penjabarannya:

No. Amil Nama / Kategori Makna Amalannya Contoh Kalimat
1 نِعْمَ فِعْلُ الْمَدْحِ
(Fi'il Pujian)
سَابَاكُوْسْ٢ سَيْ
(Sebaik-baiknya)
تَرْفَعُ فَاعِلًا وَالِاسْمَ الْمَخْصُوْصَ بِالْمَدْحِ اَوْ بِالذَّمِّ
(Merofa'kan Fa'il dan Isim yang dikhususkan dengan pujian atau celaan)
نِعْمَ الرَّجُلُ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
وَنِعْمَ دَارُ الْمُتَّقِيْنَ
Sebaik-baiknya Fi'il Pujian Sebaik-baiknya Sebaik-baik laki-laki adalah Muhammad SAW. Dan sebaik-baik tempat tinggal adalah (surga) bagi orang yang bertakwa.
2 بِئْسَ فِعْلُ الذَّمِّ
(Fi'il Celaan)
سَا أَلَا٢ نَيْ
(Seburuk-buruknya)
بِئْسَ الرَّجُلُ أَبُوْ جَهْلٍ
فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِيْنَ
Seburuk-buruknya / Sejelek-jeleknya Fi'il Celaan Seburuk-buruknya Seburuk-buruk laki-laki adalah Abu Jahal. Maka seburuk-buruk tempat tinggal adalah bagi orang-orang yang sombong.
3 حَبَّذَا فِعْلُ الْمَدْحِ
(Fi'il Pujian)
سَابَاكُوْسْ٢ سَيْ
(Sebaik-baiknya)
حَبَّذَا أَبُوْ بَكْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
حَبَّذَا يَوْمُ النِّدَاءِ
Sebaik-baiknya Fi'il Pujian Sebaik-baiknya Sebaik-baiknya (orang) adalah Abu Bakar RA. Sebaik-baiknya adalah hari panggilan.
4 سَاءَ فِعْلُ الذَّمِّ
(Fi'il Celaan)
سَا أَلَا٢ نَيْ
(Seburuk-buruknya)
سَاءَ الْكَافِرُ أَبُوْ لَهَبٍ
سَاءَ مَا يَحْكُمُوْنَ
Seburuk-buruknya / Sejelek-jeleknya Fi'il Celaan Seburuk-buruknya Seburuk-buruknya orang kafir adalah Abu Lahab. Amat buruklah apa yang mereka tetapkan itu.

النَّوْعُ الثَّالِثَ عَشَرَ اَىْ فِى اَفْعَالِ نَاقِصَةِ ظَنَّ وَاَخَوَاتِهَا

JENIS KETIGA BELAS ADALAH MENERANGKAN BAB DZONNA DAN KAWAN-KAWANYA (AF'ALUL QULUB / KATA KERJA HATI)

وَانْصِبْ بِظَنَّ الْمُبْتَدَا كَذَا الْخَبَرْ ﴿ ﴾ خَالَتْهُ حَسِبْتُهُ ضَوْءَ الْقَمَرْ
رَأَيْتُهُ عَلِمْتُهُ زَعَمْتُهُ ﴿ ﴾ وَجَدْتُهُ فَاشْكُرْ لِمَا نَظَمْتُهُ

Dan nashobkanlah mubtada' beserta khobar dengan lafal ظَنَّ (menyangka), خَالَ (menyangka), dan حَسِبَ (menyangka), seumpama kalimat hasibtuhu dhou'al qomar (aku menyangkanya cahaya rembulan). Serta lafal رَأَى (meyakini), عَلِمَ (mengetahui/meyakini), زَعَمَ (menyangka), dan وَجَدَ (mendapati/meyakini). Maka bersyukurlah atas apa yang telah aku nazhomkan ini.

Artinya: Jenis ke-13 (sekaligus jenis terakhir dari Awamil Lafdziyah Sama'iyyah) adalah Af'alul Qulub (Fi'il-fi'il hati). Fi'il ini terbagi menjadi dua makna: Af'alus Syak (bermakna sangkaan/ragu) dan Af'alul Yaqiin (bermakna yakin/nyata).
Amalannya sangat kuat, yaitu تَنْصِبُ الْمُبْتَدَأَ وَالْخَبَرَ (Menashobkan Mubtada' dan Khobar) untuk dijadikan sebagai Maf'ul Bih Pertama (Objek 1) dan Maf'ul Bih Kedua (Objek 2). Amil utamanya berjumlah 7.
Berikut adalah tabel penjabarannya:

No. Amil Kategori / Makna Asal Makna Amalannya Contoh Kalimat
1 ظَنَّ فِعْلُ الشَّكِّ
(Fi'il Sangkaan)
نْيَانَا / مَنْيَانْغْكَا تَنْصِبُ الْمُبْتَدَأَ وَالْخَبَرَ عَلَى اَنَّهُمَا مَفْعُوْلَانِ لَهَا
(Menashobkan mubtada' dan khobar sebagai maf'ul pertama dan maf'ul kedua baginya)
ظَنَنْتُ زَيْدًا عَالِمًا
Menyangka / Menduga Fi'il Sangkaan Menyangka Aku menyangka Zaid adalah orang yang alim.
2 خَالَ فِعْلُ الشَّكِّ
(Fi'il Sangkaan)
نْيَانَا / مَنْيَانْغْكَا خِلْتُ الْهِلَالَ لَائِحًا
Menyangka Fi'il Sangkaan Menyangka Aku menyangka hilal (bulan sabit) itu tampak.
3 حَسِبَ فِعْلُ الشَّكِّ / الْيَقِيْنِ
(Fi'il Sangkaan/Yakin)
نْيَانَا / مَنْيَانْغْكَا حَسِبْتُ التُّقَى وَالْجُوْدَ خَيْرَ تِجَارَةٍ
Menyangka / Mengira Fi'il Sangkaan Menyangka Aku menyangka ketakwaan dan kedermawanan adalah sebaik-baiknya perniagaan.
4 رَأَى فِعْلُ الْيَقِيْنِ
(Fi'il Yakin)
نْيَاتَا / يَاكِينْ رَأَيْتُ اللهَ أَكْبَرَ كُلِّ شَيْءٍ مُحَاوَلَةً
Meyakini / Mengetahui Fi'il Yakin Meyakini Aku meyakini Allah lebih besar dari segala sesuatu kekuasaan-Nya.
5 عَلِمَ فِعْلُ الْيَقِيْنِ
(Fi'il Yakin)
نْيَاتَا / يَاكِينْ عَلِمْتُ الْكِتَابَ جَدِيْدًا
Meyakini / Mengetahui Fi'il Yakin Meyakini Aku meyakini/mengetahui bahwa kitab itu baru.
6 زَعَمَ فِعْلُ الشَّكِّ
(Fi'il Sangkaan)
نْيَانَا / مَنْيَانْغْكَا زَعَمْتَنِيْ شَيْخًا وَلَسْتُ بِشَيْخٍ
Menyangka Fi'il Sangkaan Menyangka Engkau menyangkaku orang tua, padahal aku bukanlah orang tua.
7 وَجَدَ فِعْلُ الْيَقِيْنِ
(Fi'il Yakin)
نْيَاتَا / يَاكِينْ وَجَدْتُ النَّحْوَ نَافِعًا
Mendapati / Meyakini Fi'il Yakin Meyakini Aku mendapati (meyakini) ilmu nahwu itu bermanfaat.

Catatan Tambahan (Amil Mulhaq / Susulan):

حَجَا دَرَى وَجَعَلَ اللَّذْ كَاعْتَقَدْ ﴿ ﴾ وَهَبْ تَعَلَّمْ مَا كَصَيَّرَ وَعَدَّ

Selain 7 amil utama di atas, terdapat beberapa lafal tambahan (mulhaq) yang amalannya sama persis (menashobkan mubtada' dan khobar sebagai maf'ul bih). Khusus untuk lafal هَبْ dan تَعَلَّمْ, keduanya wajib selalu dalam bentuk Fi'il Amar (kata kerja perintah). Berikut adalah perincian dan contoh kalimatnya seperti yang tertera di dalam kitab:

No. Amil Mulhaq Makna Contoh Kalimat & Terjemahan
1 حَجَا Meyakini / Mengira
(Bermakna I'taqoda)
حَجَوْتُ زَيْدًا فَاهِمًا
Aku meyakini Zaid itu paham.
2 دَرَى Mengetahui / Meyakini دَرَيْتُكَ مُفْلِحًا
Aku meyakini engkau adalah orang yang beruntung.
3 جَعَلَ Meyakini / Menganggap
(Bukan bermakna menciptakan)
وَجَعَلُوا الْمَلَائِكَةَ ... إِنَاثًا
Dan mereka meyakini/menganggap malaikat itu perempuan. (QS. Az-Zukhruf: 19)
4 هَبْ Anggaplah / Bayangkanlah
(Wajib bentuk Amar)
هَبْ زَيْدًا ذَاهِبًا
Anggaplah Zaid itu pergi.
5 تَعَلَّمْ Ketahuilah / Yakinilah
(Wajib bentuk Amar)
تَعَلَّمْ شِفَاءَ النَّفْسِ قَهْرَ عَدُوِّهَا
Ketahuilah/yakinilah bahwa obat jiwa itu adalah menaklukkan musuhnya.
6 صَيَّرَ Menjadikan / Merubah kondisi صَيَّرْتُ الطِّيْنَ خَزَفًا
Aku menjadikan/mengubah tanah liat itu (menjadi) kendi.
7 عَدَّ Menganggap / Menghitung عَدَدْتُ زَيْدًا صَدِيْقًا
Aku menganggap Zaid sebagai teman.

اَلْعَوَامِلُ الْقِيَاسِيَّةُ

BAGIAN KEDUA: AWAMIL QIYASIYAH
(AMIL YANG BERAMAL BERDASARKAN POLA / KAIDAH UMUM)

ثُمَّ الْقِيَاسِيُّ هُوَ الْمُسَبَّعَةْ ﴿ ﴾ اَلْفِعْلُ بِالْإِطْلَاقِ وَالْمُشَبَّهَةْ
وَالْمَصْدَرُ اسْمُ الْفَاعِلِ الْمَفْعُوْلِ ﴿ ﴾ وَالْمُبْهَمُ الْمُضَافُ لِلْمَفْعُوْلِ

Kemudian amil Qiyasiyah (yang dikiaskan) itu ada tujuh macam. Yaitu fi'il secara mutlak (baik madhi, mudhori', maupun amar), sifat musyabbahah. Dan masdar, isim fa'il, isim maf'ul, isim mubham, serta isim yang di-idhofah-kan (mudhof).

Artinya: Berbeda dengan 91 amil sebelumnya yang berbentuk lafal-lafal paten (harus dihafal sebagaimana orang Arab mengucapkannya), Awamil Qiyasiyah ini adalah amil yang berupa kaidah pola. Di mana pun Anda menemukan pola-pola kalimat ini, maka kaidah amalnya akan selalu berlaku. Jumlahnya ada 7 macam.
Berikut adalah tabel penjabarannya:

No. Amil Qiyasi Amalannya (Tugasnya) Contoh Kalimat
1 اَلْفِعْلُ عَلَى الْإِطْلَاقِ Jika Fi'il Lazim: Hanya merofa'kan Fa'il (Subjek).

Jika Fi'il Muta'addi: Merofa'kan Fa'il dan menashobkan Maf'ul Bih (Objek).
حَسُنَ زَيْدٌ
ضَرَبَ اللهُ مَثَلًا
Fi'il secara Mutlak
(Fi'il Madhi, Mudhori', atau Amar)
Zaid telah berbuat baik.
Allah telah membuat sebuah perumpamaan.
2 اَلصِّفَةُ الْمُشَبَّهَةُ Beramal seperti fi'il lazim, yaitu Merofa'kan Fa'il-nya. Bisa juga menashobkan tamyiz atau mengejarkan mudhof ilaih. زَيْدٌ حَسَنٌ وَجْهُهُ
Sifat Musyabbahah
(Kata sifat yang menyerupai isim fa'il)
Zaid itu tampan wajahnya.
3 اَلْمَصْدَرُ Beramal seperti fi'il asalnya (lazim maupun muta'addi) jika memenuhi syarat. يَعْجِبُنِيْ ضَرْبُ زَيْدٍ عَمْرًا
Isim Masdar
(Kata dasar pembentuk fi'il)
Pukulan Zaid kepada Amr mengagumkanku.
4 اِسْمُ الْفَاعِلِ Beramal seperti fi'il asalnya (merofa'kan fa'il dan menashobkan maf'ul bih). زَيْدٌ ضَارِبٌ عَمْرًا
Isim Fa'il
(Kata benda yang menunjukkan pelaku)
Zaid adalah orang yang memukul Amr.
5 اِسْمُ الْمَفْعُوْلِ Beramal seperti fi'il mabni majhul (kata kerja pasif), yaitu Merofa'kan Na'ibul Fa'il (pengganti subjek). زَيْدٌ مَضْرُوْبٌ غُلَامُهُ
Isim Maf'ul
(Kata benda yang dikenai pekerjaan)
Zaid itu dipukul pembantunya.
6 اَلِاسْمُ الْمُبْهَمُ التَّامُّ Menashobkan Tamyiz (kata penjelas makna yang samar). عِنْدِيْ رِطْلٌ زَيْتًا
Isim Mubham
(Isim yang maknanya masih samar/belum jelas jumlahnya)
Saya memiliki satu rithl minyak zaitun.
7 اَلْمُضَافُ Mengejarkan (mengkasrohkan) Mudhof Ilaih-nya. هٰذَا غُلَامُ زَيْدٍ
Isim Mudhof
(Kata yang disandarkan pada kata lain)
Ini adalah pembantu Zaid.

اَلْعَوَامِلُ الْمَعْنَوِيَّةُ

BAGIAN KETIGA: AWAMIL MA'NAWIYYAH
(AMIL ABSTRAK / TIDAK BERWUJUD LAFAL)

وَالْمَعْنَوِيُّ اثْنَانِ عَامِلُ ابْتِدَا ﴿ ﴾ فَكُنْ إِلَى سِمَا الْعُلُومِ صَاعِدَا
وَعَامِلُ الْوَاقِعِ مَوْقِعَ اسْمِ ﴿ ﴾ وَهُوَ الْمُضَارِعُ قَدْ يَنْتَمِيْ

Dan amil ma'nawi itu ada dua, (pertama) amil ibtida', maka jadilah engkau orang yang naik menuju tingginya ilmu. Dan (kedua) amil yang menempati tempatnya isim, yaitu fi'il mudhori' yang sepi (dari amil nashob dan jazem).

Artinya: Kelompok terakhir dari total 100 Amil adalah Awamil Ma'nawiyyah (Amil yang bersifat abstrak, maknawi, dan tidak terlihat bentuk lafalnya). Amil ini hanya ada 2 macam, yaitu Amil Ibtida' yang menempati awal kalimat, dan Amil yang menempati tempatnya isim.
Berikut adalah tabel penjabarannya:

No. Amil Ma'nawi Amalannya (Tugasnya) Contoh Kalimat
1 عَامِلٌ مَعْنَوِيٌّ ابْتِدَاءٌ رَفْعُ الْمُبْتَدَأِ
(Merofa'kan Mubtada')
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Amil Ma'nawi Ibtida'
(Kosongnya isim dari amil lafdzi)
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.
2 عَامِلٌ مَعْنَوِيٌّ وُقُوْعُهُ مَوْقِعَ الْاِسْمِ رَفْعُ الْمُضَارِعِ
(Merofa'kan Fi'il Mudhori')
تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِنَ اللهِ وَرِضْوَانًا
Amil Ma'nawi penempat Isim
(Kosongnya Fi'il Mudhori' dari amil Nashob/Jazem)
Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya.

خَاتِمَةُ الْكِتَابِ

BAGIAN KEEMPAT: PENUTUP (KHATIMAH)

فَهٰذِهِ مِائَةٌ فِي الْأَلْسُنِ ﴿ ﴾ لَا بُدَّ مِنْ مَعْرِفَةٍ وَلَوْ غَنِيْ

Maka inilah seratus (amil) di dalam bahasa (Arab), yang wajib diketahui meskipun (merasa) sudah kaya/cukup (akan ilmu).


فَالْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى التَّمَامِ ﴿ ﴾ مُصَلِّيًا عَلَى النَّبِيِّ التِّهَامِيْ
سَمَّيْتُهَا تَفْرِيْحَةَ الْوِلْدَانِ ﴿ ﴾ مُتَرْجِمًا كِفَايَةَ الصِّبْيَانِ
لِأَحْمَدَ النَّحْرَاوِيْ ثُمَّ زِدْتُ بِهَا ﴿ ﴾ مِثْلَ اللَّآلِيْ نُثِرَتْ سَمَاءَهَا
فَاللهَ نَسْأَلُ كَمَالَ النَّفْعِ ﴿ ﴾ عَفْوًا وَرِضْوَانًا أَخِيْرًا نَافِعِ

Terjemahan Penutup:
Maka segala puji bagi Allah atas kesempurnaan (kitab ini), seraya bersholawat kepada Nabi (Muhammad) yang berasal dari tanah Tihamah.

Aku menamai nadzom ini dengan nama "Tafrihatul Wildan" (Kesenangan Anak-anak), sebagai terjemahan (bahasa Jawa) dari kitab "Kifayatus Shibyan" karya Syeikh Ahmad An-Nahrawi. Kemudian aku tambahkan di dalamnya (penjelasan-penjelasan) yang bagaikan mutiara-mutiara yang bertaburan di langitnya.

Maka hanya kepada Allah kami memohon kesempurnaan manfaat, ampunan, dan keridhoan-Nya, sebagai penutup (akhir) yang bermanfaat. Aamiin yaa Robbal 'Aalamiin.

والله أعلم بالصواب
--- Selesai ---





Tafrihatul Wildan Fi Tarjamati Kifayatis Shibyan Fi Awamilil Jurjan karangan Kyai Haji Ahmad Mutohhar bin Abdurrohman (Semoga Allah selalu merahmati beliau) Meranggen Semarang adalah syarah kitab Awamil Al Jurjani karya Abu Bakar Abdul Qahir bin Abdur Rahman bin Muhammad al-Jurjani (Semoga Allah selalu merahmati beliau) yang merupakan terjemahan Bahasa Jawa dari Kitab Kifayatus Shibyan karya Syek Ahmad Nahrawi Rahimahullah. Kitab ini memiliki kandungan berupa ilmu nahwu atau tata bahasa arab yang dikaji di dalamnya kaidah struktur kalimat dengan dampak perubahan I’rab. Fenomena I’rab dalam bahasa hanya dijumpai dalam susunan tata bahasa Arab.

Awamil merupakan jamak dari kata ‘amil yang memiliki arti kata-kata yang memberikan pengaruh atau penentu terhadap I’rab kata di depannya. Isi kitab awamil adalah memberikan penekanan dalam penentuan I’rab kata arab dalam struktur kalimat. Di dalamnya ada 100 ‘amil. Ada yang berupa lafdziy ada pula yang bersifat ma’nawi.

Di dalam kurikulum FKDT Kabupaten Tegal disampaikan kepada santri MDTU kelas 4 sebagai mata pelajaran nahwu.

Penjelasan dalam bahasa Indonesia ini kami kutip dari buku Terjemah dan Keterangan Tafrihatul Wildan karya Kyai Ahmad Misbah, Pengasuh Ponpes Hikmah Kamilah Banjarsari Tanjungsari Brebes. Semoga beliau selalu dirahmati Allah, dipanjangkan umurnya, dikaruniai kesehatan dan bermanfaat ilmunya untuk kita semua, aamiin, ya robbal alamiin.

7 komentar untuk "Tafrihatul Wildan Syarah Awamil Terjemah Bahasa Indonesia"

  1. Bismillah, afwan ini lanjutannya mana? Soalnya baru ½ nya dari buku kitab

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf, belum sempat menulis lagi, banyak sekali kesibukan

      Hapus
  2. Balasan
    1. Insya Allah, mohon doanya. Oh iya di beberapa kitab tulisan latinnya bila diblok/ disorot bisa didengarkan, pake asisten 😁

      Hapus
  3. Lanjutkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah, iya sdh lama sekali, mohon maaf

      Hapus
  4. Alhamdulillah akhirnya khatam, terima kasih atas kunjungan para pembaca yang budiman, mudah-mudahn bermanfaat

    BalasHapus